Saham Bank Mandiri (BMRI) Cetak Rekor Baru hingga Diburu Investor Asing
Sementara itu, tiga analis merevisi naik target harga saham BMRI. CGS-CIMB Sekuritas merevisi naik target harga saham BMRI dari Rp 5.750 menjadi Rp 6.750. Peningkatan target harga tersebut menggambarkan kuatnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan pada kuartal II-2023. Lompatan tersebut didukung perbaikan CIR dan penurunan biaya kredit.
Perseroan, sebut CGS-CIMB Sekuritas, juga berhasil mendongkrak kredit lebih tinggi dibandingkan dengan industri. Bahkan perseroan optimistis terhadap capaian pertumbuhan kredit berkisar 10-12% sepanjang tahun ini.
CGS-CIMB Sekuritas merevisi naik target laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 49,12 triliun tahun ini dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 41,17 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih direvisi naik menjadi Rp 106,54 triliun pada 2023, dibandingkan pencapaian tahun 2022 senilai Rp 87,90 triliun.
Revisi naik juga dilakukan RHB Sekuritas Indonesia. RHB menaikkan target harga saham BMRI dari Rp 6.200 menjadi Rp 6.600. Revisi naik juga didukung performa kinerja keuangan perseroan yang lebih baik dibandingkan perkiraan pada kuartal II-2023.
“Melihat kinerja yang tumbuh pesat pada paruh pertama tahun 2023, kami memilih untuk merevisi naik target laba bersih BMRI tahun 2023-2025 sekitar 5-6%. Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan peningkatan kredit tetap tinggi dan biaya kredit terkendali,” tulis analis RHB Sekuritas David Chong dalam risetnya.
RHB Sekuritas juga merevisi naik target laba bersih Bank Mandiri tahun ini dari Rp 44,70 triliun menjadi Rp 46,77 triliun. Begitu juga dengan perkiraan PPOP direvisi naik dari Rp 77,53 triliun menjadi Rp 78,86 triliun sepanjang tahun ini. Sedangkan proyeksi pertumbuhan kredit ditargetkan 11%.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri juga memilih menaikkan target kinerja keuangan BMRI. Target pertumbuhan laba bersih tahun ini direvisi naik dari 14,5% menjadi 18,4%. Begitu juga dengan target biaya kredit dipangkas dari 1,4% menjadi 1,3%. Sedangkan perkiraan ROA dinaikkan dari semula 19,6% menjadi 20,4%.
“Berdasarkan hasil analisa kami setiap peningkatan 10 bps biaya kredit akan berimbas terhadap penurunan laba sekitar 2,1%. Dengan perkiraan penurunan CoC diharapkan laba bersih perseroan berpotensi lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula,” jelas Eka.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut juga mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham BMRI dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan PBV tahun 2024 sektiar 2,5 kali dan perkiraan rasio dividen sekitar 60%.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 48.75 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 41,17 triliun. Sedangkan PPOP diproyeksikan melesat dari Rp 72,29 triliun menjadi Rp 82,60 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






