Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tertekan Data Perdagangan Tiongkok

Penulis : Grace El Dora
8 Aug 2023 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) sedang memilah uang rupiah. (Foto: BTN)
Pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) sedang memilah uang rupiah. (Foto: BTN)

JAKARTA, investor.id – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi pelemahan data perdagangan Tiongkok pada penutupan perdagangan Selasa (8/8). Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova menilai data inflasi AS yang akan dirilis juga masih jadi sentimen negatif.

“Ekspor dan impor Tiongkok mengalami pertumbuhan minus masing-masing sebesar 14,5% (untuk ekspor) dan 12,4% (untuk impor),” jelas Rully seperti dikutip Antara, Selasa.

Pengaruh lain yang menyebabkan pelemahan rupiah adalah antisipasi data inflasi AS yang akan dirilis pada Kamis (10/8).

ADVERTISEMENT

“Antisipasi data inflasi yang masih tinggi di atas target The Fed sebesar 2% yang masih memberikan ruang bagi The Fed untuk kebijakan moneter ketat yang lebih lama,” tambahnya.

Senada dengan itu, analis Pasar Mata Uang Lukman Leong mengatakan rupiah dan mata uang Asia pada umumnya melemah terhadap dolar AS setelah data perdagangan Tiongkok yang melemah di bawah perkiraan.

Data ekspektasi ekspor Negara Tirai Bambu itu diperkirakan -12,5% dan impor -5%, tetapi hasil rilis menunjukkan ekspor -14,5% dan impor -12,4%.

“Selain itu, rupiah juga tertekan oleh penguatan dolar AS oleh pernyataan Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang mengisyaratkan apabila The Fed masih akan menaikkan suku bunga sekali lagi,” kata Lukman.

Pada penutupan perdagangan hari, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,21% atau 33 poin menjadi Rp 15.218 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.185 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turut melemah ke posisi Rp 15.229 dari sebelumnya Rp 15.178.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia