Lo Kheng Hong Pertahankan Kepemilikan, Jumlah Pemegang Saham Emiten Ini Melonjak
Sebelumnya diberitakan, PT Intiland Development Tbk (DILD) mencetak pendapatan usaha Rp 2,49 triliun sepanjang semester I-2023. Angkanya melesat drastis 160,2% dari Rp 960,40 miliar di periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian, per 30 Juni 2023, Intiland mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 39,56 miliar. Nilainya hanya bertambah Rp 9,18 miliar dari posisi per 31 Maret 2023 (kuartal I) di Rp 30,38 miliar.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023, Intiland membukukan beban pokok penjualan dan beban langsung Rp 1,42 triliun. Yang melonjak dari Rp 622,60 miliar. Laba bruto perseroan pun tercatat Rp 1,07 triliun di paruh pertama 2023, terbang dari Rp 337,80 miliar.
Selanjutnya terdapat jumlah beban usaha Rp 170,91 miliar sehingga laba usaha Intiland (DILD) di semester I-2023 Rp 899,61 miliar. Meningkat dari Rp 165,72 miliar.
Adapun laba sebelum pajak penghasilan Rp 511,39 miliar dan laba tahun berjalan Rp 476,09 miliar. Jumlah laba tahun berjalan tersebut berbanding terbalik dari rugi tahun berjalan di semester I-2022 Rp 217,40 miliar. Sedangkan, laba per saham dasar Rp 3,82 per akhir Juni 2023.
Per 30 Juni 2023, jumlah aset perseroan Rp 15,22 triliun, liabilitas Rp 8,86 triliun, dan ekuitas Rp 6,36 triliun. Kas dan setara kas Rp 983,70 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






