Jumat, 15 Mei 2026

Prospek Saham Surya Esa (ESSA) di Tengah Pergerakan Harga Komoditas

Penulis : Parluhutan Situmorang
13 Aug 2023 | 17:02 WIB
BAGIKAN
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). (Ilustrasi/perseroan)
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). (Ilustrasi/perseroan)

JAKARTA, investor.id – Keputusan Rusia untuk menarik partisipasi dalam inisiatif biji-bijian Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI) bisa memicu kenaikan harga komoditas pangan dunia. Kondisi ini bakal mendorong kenaikan harga amonia.

Berdasarkan data, setiap kenaikan harga gandum sebesar 1%, harga amonia berpotensi naik mencapai 4%. Apalagi, suplai amonia dunia cenderung terganggu akibat harga gas yang masih tinggi di pasar Eropa.

Kondisi tersebut akan berimbas positif terhadap saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Sucor Sekuritas dalam risetnya memproyeksikan pendapatan Surya Esa mencapai US$ 361 juta pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 731 juta. Begitu juga dengan laba bersih yang dapati diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi sebesar US$ 55 juta dibandingkan tahun lalu US$ 139 juta.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Surya Esa melaporkan bahwa pendapatan pada semester I-2023 mencapai US$ 168,2 juta, turun 52% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pereroan juga mencatatkan penurunan EBITDA sebesar 76% menjadi US$ 41,7 juta (year on year/yoy). Sedangkan laba bersih perseroan merosot 94% menjadi US$ 3,97 juta.

Emiten berkode saham ESSA tersebut menjelaskan bahwa pendapatan yang lebih rendah terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas dan penutupan pabrik amonia terjadwal selama tiga minggu untuk keperluan pemeliharaan yang dilakukan pada kuartal I-2023.

Realisasi harga amonia ESSA turun 53% (yoy) menjadi US$ 425 per metrik ton (MT) dalam enam bulan pertama tahun ini. Sebab harga komoditas global anjlok sejak awal 2023 akibat lesunya permintaan. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia