Prospek Saham Surya Esa (ESSA) di Tengah Pergerakan Harga Komoditas
JAKARTA, investor.id – Keputusan Rusia untuk menarik partisipasi dalam inisiatif biji-bijian Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI) bisa memicu kenaikan harga komoditas pangan dunia. Kondisi ini bakal mendorong kenaikan harga amonia.
Berdasarkan data, setiap kenaikan harga gandum sebesar 1%, harga amonia berpotensi naik mencapai 4%. Apalagi, suplai amonia dunia cenderung terganggu akibat harga gas yang masih tinggi di pasar Eropa.
Kondisi tersebut akan berimbas positif terhadap saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). Sucor Sekuritas dalam risetnya memproyeksikan pendapatan Surya Esa mencapai US$ 361 juta pada 2023 dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 731 juta. Begitu juga dengan laba bersih yang dapati diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi sebesar US$ 55 juta dibandingkan tahun lalu US$ 139 juta.
Sebelumnya, Surya Esa melaporkan bahwa pendapatan pada semester I-2023 mencapai US$ 168,2 juta, turun 52% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pereroan juga mencatatkan penurunan EBITDA sebesar 76% menjadi US$ 41,7 juta (year on year/yoy). Sedangkan laba bersih perseroan merosot 94% menjadi US$ 3,97 juta.
Emiten berkode saham ESSA tersebut menjelaskan bahwa pendapatan yang lebih rendah terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas dan penutupan pabrik amonia terjadwal selama tiga minggu untuk keperluan pemeliharaan yang dilakukan pada kuartal I-2023.
Realisasi harga amonia ESSA turun 53% (yoy) menjadi US$ 425 per metrik ton (MT) dalam enam bulan pertama tahun ini. Sebab harga komoditas global anjlok sejak awal 2023 akibat lesunya permintaan.
Namun, dengan mempertimbangkan potensi kenaikan harga amonia pada semester II-2023, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ESSA dengan target harga Rp 800. "Meskipun harga gas naik, perseroan diprediksi mampu untuk mempertahankan margin keuntungan, mengingat harga pembelian gas perseroan tergolong unik,” tulis perusahaan efek tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Surya Esa Perkasa (ESSA) Shinta DU Siringoringo pernah mengatakan, harga amonia global telah mencapai titik terendah pada Mei 2023 dan menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak Juni.
“Dengan adanya kebangkitan permintaan komoditas di Tiongkok, perbaikan harga pupuk global, serta negara di Eropa yang terus berada di bawah tekanan harga gas yang fluktuatif dan tinggi, ESSA memperkirakan harga Amonia akan kembali ke tingkat yang lebih sehat pada semester II-2023,” papar Shinta.
Dilihat dari total aset, ESSA terpantau masih memiliki sumber kekayaan sebanyak US$ 771,23 juta per 30 Juni 2023, berkurang dari US$ 831,29 juta pada akhir 2022.
Pada perbandingan periode yang sama tahun lalu, ESSA masih membukukan kewajiban keuangan (liabilitas) senilai total US$ 233,71 juta. Jumlah liabilitas ini turun dari posisi 31 Desember 2022 yang sebanyak US$ 305,93 juta.
“Penurunan tersebut disebabkan pelunasan pinjaman bank PT Panca Amara Utama (PAU) yang merupakan entitas anak perseroan. Saldo utang menurun dari US$ 268,7 juta menjadi US$ 205,1 juta. Pelunasan dimungkinkan karena posisi kas PAU yang kuat dan akan membantu perseroan mengurangi beban bunga di kemudian hari,” ujar Shinta.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






