Syarat IHSG Melesat Terpenuhi, 10 Saham Ini Jadi Andalan
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melanjutkan pertumbuhan menuju level 7.450 sampai akhir tahun ini. Sedikitnya 10 saham menjadi pilihan teratas, yang berasal dari sektor bank kapitalisasi pasar besar, otomotif, semen, pertambangan mineral, dan kawasan industri.
Demikian prediksi analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dalam riset terbaru. Riset tersebut menyebutkan bahwa IHSG maupun beberapa indeks saham sektoral akan berkibar tahun ini.
Menurut Andrey, tren penguatan IHSG didukung sejumlah faktor. Pertama, kondisi politik dalam negeri diperkirakan tetap stabil, meskipun pemilihan umum akan digelar tahun depan. Begitu juga dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi mencapai 76-79% kepada Presiden Joko Widodo menggambarkan stabilitas politik lebih baik.
“Situasi politik yang terkendali juga terlihat dari kandidat capres yang paling tinggi berdasarkan survei adalah Pabowo dan Ganjar ikut memberikan situasi politik lebih stabil,” tulis dia dalam riset tersebut.
Kedua, kondisi makro ekonomi Indonesia yang kuat didukung upaya Kementerian Maritim dan Investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui penguatan industrialisasi dan digitalisasi. Tak hanya, tingkat konsumsi lokal dan belanja masyarakat juga menunjukkan penguatan. Inflasi juga terkendali dengan baik hingga berada di bawah ekspektasi.
“Ekspor juga menunjukkan penguatan signifikan didukung berjalannya hilirisasi pertambangan yang berimbas terhadap peningkatan nilai tambah menjadi US$ 292 miliar pada 2022,” jelasnya.
Ketiga, kredit perbankan menunjukkan pertumbuhan kuat mencapai 7,8% sepanjang semester I-2023. Sedangkan pertumbuhan kredit tahun ini diprediksi mencapai 9-11%. Bank Indonesia juga telah menaikkan kebijakan CAR menjadi sekitar 26-27% dibandingkan sebelum pandemi 26%. BI juga akan menerbitkan stimulus ekonomi untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Daftar Saham Pilihan Teratas
Keempat, tingkat okupansi pusat perbelanjaan Indonesia membaik dan pulih dengan perkiraan mencapai 90% tahun ini. Begitu juga dengan trafik telah melesat lebih dari 100% atau sama dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Sedangkan rata-rata waktu kunjungan masyarakat di pusat perbelanjaan telah meningkat menjadi 2 jam atau mendekati level sebelum pandemi.
Kondisi membaiknya ekonomi juga ditunjukkan data Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) yang memperkirakan akan ada ledakan belanja masyarakat, apabila hilirisasi berjalan sesuai dengan harapan.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk menetapkan sektor pilihan teratas tahun ini, yaitu saham sektor bank kapitalisasi pasar besar, otomotif, semen, pertambangan mineral, dan kawasan industri.
Sedangkan 10 saham pilihan teratas hingga akhir tahun ini, antara lain saham AKRA dengan rekomendasi beli (buy) dan target harga Rp 1.940. Kemudian, buy ASII dengan target harga Rp 7.750, buy AUTO dengan target harga Rp 3.510, dan buy BBRI dengan target harga Rp 6.450.
Saham pilihan teratas lainnya adalah saham CTRA dengan rekomendasi buy dan target harga Rp 1.330. Lalu, buy INTP dengan target harga Rp 14.300, buy ICBP dengan target harga Rp 14.300, buy MYOR dengan target harga Rp 3.200, buy INCO dengan target harga Rp 8.300, dan buy EXCL dengan target harga Rp 3.140.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






