Meski Melesat 100%, Kenaikan Saham Amman Mineral (AMMN) Diprediksi Belum Berakhir
JAKARTA, investor.id – Tembaga merupakan satu-satunya jenis logam dasar dengan harga jual yang tetap tangguh, sehingga memberikan implikasi positif terhadap prospek saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Mandiri Sekuritas dalam riset harian menyebutkan bahwa harga jual tembaga tetap tangguh sepanjang tahun ini, dibandingkan komoditas pertambangannya lainnya. Berdasarkan data harga tembaga hanya turun 3% terhitung sepanjang 2023 berjalan, dibandingkan dengan komoditas seng (zinc) anjlok 24% dan nikel turun 33%.
“Rendahnya suplai tembaga global dan transaksi ke logam hijau menjadi penopang tetap kuatnya harga tembaga hingga kini, meskipun ekonomi global dan kecenderugan resesi Tiongkok melanda pasar. Hal ini akan mendukung tren penguatan harga saham AMMN,” tulis Mandiri Sekuritas.
Selain faktor tersebut, Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa progres pembangunan smelter tembaga telah mencapai 58,5% hingga akhir Juni 2023 dan pabrik tersebut ditargetkan telah tuntas pada Mei 2024. Progres yang baik tersebut memperkuat keyakinan target penyelesaian bakal sesuai harapan.
Smelter tersebut akan memproses konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan lumpur anoda (pemurnian logam mulia) dengan kapasitas input sebesar 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Nantinya, smelter ini akan mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang. Smelter akan menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%.
Mandiri Sekuritas juga menyebutkan bahwa Amman Mineral merupakan produsen tembaga dan emas yang terintegrasi dengan biaya rendah. Lokasi pabrik perseroan juga berdekatan dengan pasar Asia, perseroan juga tengah gencar mengembangkan fasitlias pengelolaan, dan pembangunan smelter tembaga.
“Amman Mineral juga didukung dengan cadangan melimpah dan terbuka peluang peningkatan cadangan mealui eksplorasi yang masih terus berlanjut,” sebut perusahaan efek ternama tersebut.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 4.200. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 16 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi lonjakan laba bersih AMMN menjadi US$ 1,25 miliar pada 2024, dibandingkan perkiraan tahun ini US$ 150 juta. Sedangkan EBITDA diprediksi melesat menjadi US$ 2,32 miliar pada 2024, dibandingkan estimasi tahun 2023 sebanyak US$ 697 juta.
Menguat 100%
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






