United Tractors (UNTR) Revisi Target Pertumbuhan Produksi Batu Bara
Secara umum, menurut Ari, kinerja penjualan batu bara TTA tidak terganggu oleh permintaan pasar atas batu bara. Melainkan, gangguan itu justru datang dari proses pengangkutan melalui sungai yang terdampak musim kemarau, sehingga membuat muka air berada di bawah normal.
Apalagi, sebagian besar konsesi tambang yang dikelola TTA berlokasi di Kalimantan Tengah. Karena itu, ke depan, penjualan TTA mengalami naik-turun, maka hal tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor pengangkutan bukan menurunnya permintaan batu bara.
“Untuk itu, tahun ini kami berharap penjualan batu bara melalui TTA bisa meningkat menjadi 10,7 juta ton daripada penjualan tahun lalu sebesar 9,9 juta ton,” tambah Ari.
Berbeda dengan lini bisnis pertambangan batu bara, pada lini bisnis pertambangan emas, Ari menyebut, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 26% menjadi 126 ribu ons. Ini dipengaruhi oleh terhambatnya progres pembangunan fasilitas tailing storage akibat pandemi.
Saat ini, proses pembangunan infrastruktur tailing storage masih terus berlangsung dan diharapkan tuntas pada akhir 2023 ini. “Dengan begitu, tahun ini kami memperkirakan penjualan tambang emas Martabe turun menjadi 175 ribu ons daripada tahun lalu sebesar 286 ribu ons emas,” tutur Ari.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






