Meski Laba Turun, Target Saham Adaro (ADRO) masih Menggiurkan
JAKARTA, Investor.id – Realisasi kinerja keuangan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sepanjang semester I-2023 dinilai telah melampaui proyeksi Mandiri Sekuritas dan konsensus analis.
Adaro Energy membukukan laba inti senilai US$ 1,02 miliar pada semester I-2023 atau turun 29% dari periode sama tahun lalu US$ 1,44 miliar. Pendapatan perseroan juga turun tipis dari US$ 3,54 miliar menjadi US$ 3,47 miliar.
“Raihan laba bersih tersebut setara dengan 67% dari target tahun ini berdasarkan perkiraan Mandiri Sekuritas dan mencapai 63% dari konsensus analis,” sebut Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.
Terkait volume peningkatan volume penjualan batu bara Adaro sebanyak 19% menjadi 32,62 juta ton dan kenaikan produksi menjadi 33,41 juta, Mandiri Sekuritas juga memberikan penilaian positif atau sudah sesuai harapan.
“Realisasi volume produksi tersebut sudah sesuai estimasi atau merefleksikan 52% dari target tahun ini yang berkisar 62-64 juta ton. Sedangkan biaya penambangan dan royalti masih moderat,” jelas Mandiri Sekuritas.
Perusahaan efek ternama itu juga memberikan pandangan positif terhadap volume produksi batu bara Kestrel mencapai 1,3 juta ton, meskipun mengalami penurunan. Begitu juga dengan porsi penjualan batu bara Adaro di pasar domestik yang sebesar 25% pada semester I-2023.
Selain batu bara, Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap Adaro terkait Kalimantan Aluminum Industry (KAI) yang telah mengamankan pendanaan untuk pembangunan smelter aluminium dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.
“Kami meyakini bahwa saham ADRO memang akan terimbas sentimen negatif penurunan harga batu bara global, meski demikian valuasi saham perusahaan ini masih menarik dalam jangka panjang. Hal ini didukung rencana ekspansi smelter aluminium dan kawasan industri hijau," urai Mandiri Sekuritas.
Saham ADRO juga menarik didukung upaya manajemen untuk menyeimbangkan model bisnis dengan mengurangi kontribusi segmen batu bara dan mulai gencar mengembangkan bisnis hijau. Karena itu, saham ADRO direkomendasikan netral dengan target harga Rp 3.400.
Sebalumnya, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengatakan, operasional Adaro mencatatkan pertumbuhan sepanjang semester I-2023, meski fluktuasi harga dan kenaikan biaya tengah melanda. “Walaupun ada tantangan-tantangan ini, kami berhasil mencatat margin yang sehat dengan menghasilkan laba inti US$ 1,02 miliar,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






