Emiten Batu Bara Prajogo Pangestu (CUAN) Masuk Pemantauan Khusus
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham emiten batu bara Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ke papan pemantauan khusus.
Hal tersebut terungkap dari daftar efek pada pemantauan khusus yang diakses di website resmi BEI pada Jumat (25/8/2023) pagi. Saham CUAN dimasukkan dalam papan pemantauan khusus per 24 Agustus 2023 dengan kriteria 10.
Kriteria 10 sendiri berarti dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.
Sebelumnya, BEI sempat melakukan suspensi terhadap saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) di pasar reguler dan pasar tunai pada perdagangan sesi I 15 Agustus dan kemudian dibuka kembali mulai sesi I 16 Agustus. Namun, mulai sesi I perdagangan tanggal 18 Agustus, saham CUAN lagi-lagi disuspensi BEI dan dicabut suspensinya per perdagangan 24 Agustus. Dan ternyata, meski perdagangannya dibuka, saham CUAN dimasukkan dalam papan pemantauan khusus.
“Suspensi atas perdagangan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 24 Agustus 2023,” jelas pengumuman BEI.
Pada perdagangan 24 Agustus, saham CUAN ditutup drop 5,06%. Kemudian di perdagangan sesi I tanggal 25 Agustus dibuka stagnan di Rp 2.440. Sempat naik, lalu kemudian anjlok dan di sekitar pukul 09.32 WIB berada di Rp 2.380 atau turun 2,46%.
Paparan Publik
Telah diberitakan, emiten Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sudah menggelar paparan publik insidentil pada 21 Agustus 2023.
Paparan publik digelar atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sehubungan dihentikannya sementara (suspensi) perdagangan saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN).
“Bersama ini kami laporkan bahwa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk telah menyelenggarakan paparan publik insidentil pada hari Senin, tanggal 21 Agustus 2023, yang diselenggarakan secara elektronik. Adapun perwakilan perseroan yang hadir sekaligus bertindak selaku pembahas materi yang dipresentasikan adalah seluruh anggota direksi perseroan,” ungkap Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan Petrindo Jaya, Michael dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (23/8/2023).
Sejumlah pertanyaan pun disampaikan dalam paparan publik tersebut. Salah satunya mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan.
Baca Juga:
Bursa Minta Penjelasan Garuda (GIAA)“Penggunaan dana IPO seluruhnya masih disimpan di Bank Mandiri karena kami menggunakan prinsip kehati-hatian dalam menggunakan dana IPO tersebut dan saat ini salah satu penggunaan dana IPO untuk pembangunan intermediate stockpile (ISP) di PT Tamtama Perkasa, anak perusahaan perseroan. Kami masih menyelesaikan seluruh proses perizinan dan kajian-kajian teknis. Diharapkan kami dapat menggunakan dana IPO setelah rangkaian proses tersebut selesai,” jelas direksi Petrindo Jaya dalam kesempatan paparan publik.
Selain itu, direksi Petrindo Jaya (CUAN) juga menyatakan bahwa perseroan sedang melakukan penelitian mengenai pasir silika yang akan dipakai untuk pembuatan solar panel dan dalam beberapa bulan ke depan perseroan akan melakukan eksplorasi emas. Kedua mineral tersebut yang sedang difokuskan untuk dikembangkan untuk sementara.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






