BRI (BBRI) Akhirnya Akan Publikasi Laporan Keuangan, Ini Kata Dirut Sunarso
JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) hingga saat ini masih belum mempublikasikan laporan keuangan semester I-2023. Di antara perbankan nasional, hanya BRI sebagai bank besar yang terbilang lama melaporkan kinerjanya kepada publik.
Rencananya, bank nomor wahid di Indonesia ini bakal mempublikasikan laporan kinerja paruh pertama 2023 pada Rabu, 30 Agustus 2023. Rencana tersebut mundur dari perkiraan publikasi yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2023, namun karena masih dalam proses audit sehingga kembali mundur.
"Iya nunggu (laporan keuangan) audited," ujar Direktur Utama BRI Sunarso kepada Investor Daily.
Biasanya, emiten akan melakukan audit laporan keuangan untuk menyelenggarakan suatu aksi korporasi. Namun, Sunarso enggan membocorkan rencana aksi korporasi apa yang akan dilakukan bank yang fokus pada segmen UMKM tersebut.
BRI (BBRI) Dukung Peningkatan Kapabilitas Digital Perbankan
Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelang laporan keuangan BBRI, jajaran komisaris dan direksi perseroan memperoleh saham BBRI. Perseroan membagikan 6.567.200 lembar saham remunerasi senilai Rp 35,79 miliar kepada komisaris dan direksi BRI.
Pemberian remunerasi tersebut sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.45/POJK.03/2015. Transaksi tersebut berlangsung serentak pada 18 Agustus 2023 pada harga saham BBRI dibanderol seharga Rp 5.450 per lembarnya.
Mengutip keterbukaan informasi, Direktur Utama BRI Sunarso tercatat memperoleh jatah terbesar atau 549.000 lembar saham BBRI setara Rp 2,99 miliar. Sementara itu, Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto memperoleh 494.100 lembar saham senilai Rp 2,69 miliar. Kemudian, sembilan direksi BRI lainnya memperoleh 466.600 lembar saham BBRI sebesar Rp 2,54 miliar.
Adapun, sembilan direksi BRI antara lain, Direktur Bisnis Mikro Supari, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah Amam Sukriyanto, Direktur Bisnis Konsumer Handayani, Direktur Keuangan Viviana Dyah Ayu Retno K, Direktur Human Capital Agus Winardono.
Berikutnya, Direktur Manajemen Risiko Agus Sudiarto, Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan Agus Noorsanto, Direktur Digital dan Teknologi Informasi Arga M. Nugraha, dan Direktur Kepatuhan Ahmad Solichin Lutfiyanto.
Sedangkan, Direktur Jaringan dan Layanan Andrijanto memperoleh 388.800 lembar saham senilai Rp 2,12 miliar.
Pada jajaran komisaris, terdapat dua nama yang memperoleh remunerasi saham. Pertama, Komisaris Utama Kartika Wirjoatmodjo menerima 247.000 lembar saham BBRI senilai Rp 1,35 miliar. Kedua, Komisaris Rabin Indrajad Hattari yang menerima 222.300 lembar saham BBRI atau senilai Rp 1,21 miliar.
Aksi Korporasi BRI
Sebelumnya, BRI telah melakukan sejumlah aksi korporasi. BBRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan nilai nominal Rp 500 miliar.
Pada 2022, BRI juga telah melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi berwawasan lingkungan (green bound) dengan target dana Rp 15 triliun dan pada tahap I, pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun yang terdiri dari tiga seri.
Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 resmi mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,4 kali. Hal ini pun menjadi bukti wujud BRI yang akan terus memperkuat implementasi prinsip ESG dari sisi pendanaan atau liabilitas.
Dengan demikian, artinya BRI masih memiliki ruang untuk kembali melakukan penerbitan green bond tahun ini. Sebab, perseroan masih memiliki target dana Rp 10 triliun.
Kemudian, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Maret 2023, BRI mendapat persetujuan untuk membeli saham perseroan (buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI dengan jumlah nilai nominal seluruh buyback sebesar-besarnya Rp 1,5 triliun.
“Buyback ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan rasio kepemilikan saham BBRI oleh pekerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan sense of ownership pekerja terhadap BRI dan mendorong kontribusi pekerja BRI agar lebih optimal dalam pencapaian target dan peningkatan kinerja perseroan,” jelas Sunarso ketika konferensi pers hasil RUPST.
Kemudian Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu menambahkan, aksi buyback saham di pasar modal ini dilakukan dalam kondisi khusus terjadi ketika harga saham
dinilai sudah turun, tidak cerminkan valuasi sebenarnya.
“Kami diizinkan melakukan buyback. Kedua adalah kita dapatkan putusan hari itu buyback dalam rangka pemberian insentif atau reward BRI sense of ownership para pekerja perusahaan dalam hal ini BRI,” ungkap Viviana.
BRI juga terus tumbuh secara anorganik melalui berbagai aksi korporasi, salah satunya pada tahun 2022. BRI berhasil mengakuisisi Danareksa Investment Management, dengan tujuan untuk memantapkan diri sebagai one-stop financial services provider.
Selain itu, pada akhir 2021 BRI juga sukses membentuk Holding Ultramikro (UMi) melalui rights issue, sehingga berdampak pada modal perseroan yang bertambah sangat besar. Melalui aksi korporasi tersebut, BRI mendapat tambahan modal Rp 41 triliun dari investor.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






