Jumat, 15 Mei 2026

Laba Turun, Begini Prospek Keuangan dan Saham Bukit Asam (PTBA) 

Penulis : Parluhutan Situmorang
30 Aug 2023 | 11:40 WIB
BAGIKAN
Bukit Asam manfaatkan mobil listrik tambang
Bukit Asam manfaatkan mobil listrik tambang

JAKARTA, investor.id –  Mandiri Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan dan harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), menyusul penurunan tajam laba bersih BUMN pertambangan batu bara itu pada semester I-2023 sebesar 55% menjadi Rp 2,8 triliun.

Penurunan laba bersih PTBA sepanjang semester I-2023 akibat membengkaknya biaya produksi, terutama dari biaya jasa penambangan yang naik menjadi Rp 4,4 triliun dari Rp 3,5 triliun. Demikian pula dengan biaya jasa angkutan kereta api yang naik menjadi Rp 4 triliun dari Rp 2,8 triliun.

“Realisasi laba bersih tersebut di bawah estimasi kami dan konsensus analis. Perolehan pada semester I-2023 hanya merefleksikan 27% dari target kami dan 39% dari konsensus analis. Hal ini mendorong kami untuk merevisi turun target laba dan saham perseroan tahun ini,” tulis Mandiri Sekuritas dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Mandiri Sekuritas menyebutkan, penurunan signifikan laba bersih PTBA juga dipengaruhi oleh peningkatan biaya penambangan, biaya transportasi, dan royalti. Penurunan juga dipengaruhi oleh pelemahan rata-rata harga jual batu bara perseroan menjadi Rp 1 juta per ton pada kuartal II-2023 dibandingkan kuartal I-2022 dan turun 9% dari kuartal I-2023.

Penurunan kinerja keuangan tersebut mendorong Mandiri Sekuritas merevisi turun target laba bersih PTBA tahun ini menjadi Rp 6,68 triliun dibandingkan perkiraan semula Rp 10,24 triliun. Sedangkan target pendapatan direvisi naik dari Rp 38,18 triliun menjadi Rp 43,03 triliun. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia