Laba Turun, Begini Prospek Keuangan dan Saham Bukit Asam (PTBA)
JAKARTA, investor.id – Mandiri Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan dan harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), menyusul penurunan tajam laba bersih BUMN pertambangan batu bara itu pada semester I-2023 sebesar 55% menjadi Rp 2,8 triliun.
Penurunan laba bersih PTBA sepanjang semester I-2023 akibat membengkaknya biaya produksi, terutama dari biaya jasa penambangan yang naik menjadi Rp 4,4 triliun dari Rp 3,5 triliun. Demikian pula dengan biaya jasa angkutan kereta api yang naik menjadi Rp 4 triliun dari Rp 2,8 triliun.
“Realisasi laba bersih tersebut di bawah estimasi kami dan konsensus analis. Perolehan pada semester I-2023 hanya merefleksikan 27% dari target kami dan 39% dari konsensus analis. Hal ini mendorong kami untuk merevisi turun target laba dan saham perseroan tahun ini,” tulis Mandiri Sekuritas dalam riset terbaru.
Mandiri Sekuritas menyebutkan, penurunan signifikan laba bersih PTBA juga dipengaruhi oleh peningkatan biaya penambangan, biaya transportasi, dan royalti. Penurunan juga dipengaruhi oleh pelemahan rata-rata harga jual batu bara perseroan menjadi Rp 1 juta per ton pada kuartal II-2023 dibandingkan kuartal I-2022 dan turun 9% dari kuartal I-2023.
Penurunan kinerja keuangan tersebut mendorong Mandiri Sekuritas merevisi turun target laba bersih PTBA tahun ini menjadi Rp 6,68 triliun dibandingkan perkiraan semula Rp 10,24 triliun. Sedangkan target pendapatan direvisi naik dari Rp 38,18 triliun menjadi Rp 43,03 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






