Jumat, 15 Mei 2026

Hold Saham PTBA dan TINS, Buy ANTM

Penulis : Zsazya Senorita
3 Sep 2023 | 09:31 WIB
BAGIKAN
Pengunjung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Berbeda dengan dua BUMN pertambangan tersebut, Antam menjadi satu-satunya anggota MIND ID yang mencatatkan kenaikan laba bersih. Perusahaan mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,88 triliun atau naik 24% (yoy) pada semester I tahun ini.

“Volatilitas harga jual feronikel yang dipengaruhi tingkat suplai dan demand nikel kelas-2 di pasar memengaruhi kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2023. Di tengah kondisi tersebut, kami terus mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan bijih nikel, emas, dan bauksit,” ungkap Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie.

Dalam enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2023, emiten berkode saham ANTM tersebut mencetak penjualan bersih Rp 21,66 triliun atau naik 15% (yoy). Penjualan domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp 18,48 triliun atau 85% dari total penjualan bersih semester I-2023.

ADVERTISEMENT

Mengamati kinerja emiten-emiten tersebut, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan merekomendasikan pemodal untuk hold saham PTBA. Target harga Rp 2.875 telah terlampaui. Posisi terakhir PTBA di Rp 2.880.

Dia melihat beberapa perbaikan setiap kuartal pada PTBA, yang didukung penurunan biaya tunai berkat penurunan tarif royalti, meski laba bersih perseroan berada di bawah ekspektasi konsensus pada semester pertama.

Secara terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menyarankan investor untuk akumulasi (buy) saham ANTM dan hold saham TINS. Kedua saham tersebut diprediksi masing-masing menyentuh harga Rp 2.160 dan Rp 990 dalam jangka pendek maupun menengah. Posisi terakhir ANTM dan TINS masing-masing di harga Rp 1.955 dan Rp 890.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia