Jumat, 15 Mei 2026

Ada Sinyal Cuan di TLKM, ISAT, dan EXCL, Siapa Paling Kencang?

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Sep 2023 | 21:30 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Para operator telekomunikasi di Indonesia diyakini terus berupaya untuk meningkatkan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) dari basis pelanggannya. Namun, persaingan di pasar fiber to the home (FTTH) dan fixed mobile convergence (FMC) bakal tetap ketat, karena pasar Indonesia yang relatif terkonsentrasi.

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menaikkan harga paket data IM3 (Freedom Internet) sebesar 10%-33% (mom) pada Agustus 2023, serta meluncurkan dua paket baru dengan ARPU tinggi – effective data yield sebesar Rp 2,13/MB (Freedom Internet 400 GB, Rp 850 ribu/bulan) dan Rp 2,14/MB (Freedom Internet 70 GB, Rp 150 ribu/bulan). Adapun rata-rata effective data yield IM3 mencapai Rp 2,97/MB.

“Terkait Tri, kami tidak melihat adanya penyesuaian di bulan Agustus,” tulis analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Research Associate Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Di lain pihak, PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga melakukan beberapa penyesuaian. Harga paket Xtra Combo Mini 7 hari naik 9%-120% (mom) dan memperkenalkan paket ARPU tinggi baru, Xtra Combo Plus VIP 26 GB (Rp 96 ribu/bulan). Adapun effective data yield-nya sebesar Rp 3,67/MB. Rata-rata data yield paket Xtra Combo Plus VIP EXCL lainnya Rp 3,5/MB.

EXCL juga menambahkan beberapa paket Live.On 30 hari baru (Boost, Prime, dan Ultra) dengan effective data yield berkisar Rp 1,5/MB hingga Rp 2,9/MB. Adapun rata-rata effective data yield paket Live.On 30 hari lainnya Rp 2,3/MB.

Sementara itu, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menambah kuota utama paket Internet Max 11 GB (8+3 GB, +44% mom), dengan mengubahnya menjadi Internet Max 14 GB.

Telkomsel juga menyesuaikan paket Internet Max 18 GB dengan menambahkan lebih banyak kuota utama (10+10 GB, +100% mom) dan memotong kuota bonus hingga 50% menjadi 4 GB, mengubahnya menjadi Internet Max 24 GB. Effective data yield kedua paket tersebut turun sebesar 21% dan 25% (mom).

“Untuk Smartfren (FREN), kami tidak melihat adanya penyesuaian pada paket internetnya. Meskipun Telkomsel mengambil posisi yang lebih agresif, kami memperkirakan atmosfer kompetisi harga yang sehat akan tetap terjaga, seiring dengan masih fokusnya operator lain untuk melanjutkan strategi ARPU-sentris mereka,” jelas Jonathan dan Brandon.

Rekomendasi Saham & Potensi Cuan 

Selain paket internet, para operator juga melakukan penyesuaian paket fixed broadband (FBB) dan FMC. EXCL menurunkan harga beberapa paket XLHOME sebesar 2%-5% mom (Paket Nilai dan Keluarga), serta menaikkan batas kecepatan untuk paket Value, Smart, dan Family sebesar 50%-100%, yang mengurangi effective yield paket-paket tersebut sebesar 35%-50% (mom).

Sedangkan operator lainnya tidak melakukan penyesuaian signifikan pada paket dan harga. Di sektor FMC, TLKM memperkenalkan paket baru pada Agustus 2023 (Dynamic 1P, Complete 1P, dan Complete 2P) dengan tarif berlangganan berkisar Rp 370-850 ribu dan harga efektif per Mbps berkisar Rp 3.000 hingga Rp 12.400/Mbps. Rata-rata effective yield paket Telkomsel One Rp 4.200/Mbps.

“Untuk XL Satu, kami tidak melihat adanya penyesuaian pada Agustus 2023. Kami berpandangan bahwa meskipun masih ada persaingan yang ketat di pasar FMC, kami meyakini hal tersebut akan menguntungkan industri telekomunikasi secara keseluruhan dan mendongkrak ARPU,” pungkas Jonathan dan Brandon.

Dengan berbagai faktor tersebut serta perkembangan terkini, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham TLKM, ISAT, dan EXCL. Target harga TLKM Rp 4.500, ISAT Rp 11.500, dan EXCL Rp 2.700.

Alhasil, dengan mengacu pada harga penutupan perdagangan Selasa (5/9/2023), potensi cuan TLKM mencapai 20,3%, ISAT sebesar 17,3%, dan EXCL sebesar 8,4%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia