Jumat, 15 Mei 2026

Jika Merger XL (EXCL) dan FREN Jadi, Pengaruhnya ke Telkom & ISAT Seperti Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Sep 2023 | 12:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Smartfren (FREN). Ist
Ilustrasi Smartfren (FREN). Ist

JAKARTA, investor.id - Kabar merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) kembali berhembus. Bloomberg mengabarkan bahwa induk EXCL (Axiata Group Bhd) dan induk Smartfren (Sinar Mas Group) kembali menghidupkan diskusi yang berpotensi meruncing pada terwujudnya merger EXCL dan FREN.

Sementara itu, riset Mandiri Sekuritas yang disusun Henry Tedja dan Kresna Hutabarat menyebutkan, paham betul bahwa diskusi terkait potensi merger itu bisa bergerak ke berbagai arah dan ketidakpastian, yang bisa berujung pada pembatalan.

Namun, Mandiri Sekuritas melihat adanya kabar tersebut mengindikasikan komitmen kuat dari operator telekomunikasi untuk memiliki bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan laba.

ADVERTISEMENT

Dan, menurut Mandiri Sekuritas, konsolidasi itu apabila terwujud bukan hanya menguntungkan XL Axiata dan Smartfren, tapi juga pemain lain di industri yang sama.

“Meski XL Axiata dan Smartfren akan memperoleh keuntungan terbesar dari konsolidasi ini, kami menilai Telkom (TLKM) dan IOH (Indosat/ISAT) juga akan memperoleh benefit dari rasionalisasi harga. Kami memprediksi industri telekomunikasi akan mengakselerasi pertumbuhan pendapatannya dalam tahun-tahun mendatang,” sebut riset Mandiri Sekuritas yang dipublikasikan 6 September.

Mandiri Sekuritas menilai, diskusi merger antara XL Axiata dan Smartfren lebih relevan saat ini dari sebelumnya, berdasarkan 3 alasan kuat, yakni menutup gap dengan PT Indosat Tbk (ISAT)/Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH, spectrum shares gain, dan persiapan untuk spectrum auction mendatang.

Sebelumnya, Direktur Smartfren Gisela Yenny Lesmana menyampaikan, perseroan selalu terbuka untuk diskusi yang bersifat potensial. “Kalau sebatas diskusi yang potensial, kami selalu terbuka,” ucap Gisela kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Sementara itu, Head of External Communication XL Axiata (EXCL) Henry Wijayanto menegaskan, pihaknya tidak bisa menanggapi kabar merger tersebut. “Kami tidak bisa memberikan tanggapan karena informasi itu menurut kami masih spekulatif dan rumor,” ujar Henry kepada Investor Daily.

Kabar rencana merger XL Axiata dan Smartfren muncul di tengah maraknya konsolidasi di industri telekomunikasi. Jauh sebelum kabar merger XL dan Smartfren mencuat kali ini, CK Hutchison Holdings Ltd dan Qatar’s Ooredoo QPSC sudah sepakat menggabungkan unit bisnis telekomunikasi mereka dengan nilai transaksi mencapai US$ 6 miliar.

Dengan adanya merger PT Indosat Tbk (ISAT) dan Hutchison 3 Indonesia menempatkan IOH sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan pendapatan tahunan sekitar US$ 3 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia