Jumat, 15 Mei 2026

Pegang Order Book Rp 60 Triliun, PTPP Tahan Banting

Penulis : Muawwan Daelami
7 Sep 2023 | 21:24 WIB
BAGIKAN
Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)
Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) mengamankan proyek di tangan (order book) sebesar Rp 60 triliun untuk tiga sampai empat tahun ke depan. PTPP dipastikan tahan banting dari gejolak pemilihan presiden (pilpres).

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menyebutkan perseroan telah mengamankan proyek di tangan sebesar Rp 60 triliun, naik dari sebelumnya Rp 40 triliun. Pertumbuhan proyek di tangan ini bersumber dari berbagai segmen usaha mulai dari Engineering Procurement Construction (EPC), jalan tol, gedung, dan lain-lain.

Proyek di IKN misalnya, hingga saat ini PTPP telah mengantongi sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp 5,54 triliun seperti istana presiden, kantor sekretariat negara, jalan tol, jalan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), dan sembilan tower rumah susun (Rusun) aparatur sipil negara (ASN) senilai Rp 1,3 triliun.

ADVERTISEMENT

“Jadi, dengan adanya perolehan proyek di IKN akan menjamin order book kita sampai 2024. Kalaupun tahun depan ada pilpres dan ketakutan lainnya, PTPP berusaha mengamankan order book dengan proyek-proyek multiyears contract (MYC),” jelas Bakhtiyar di acara media gathering di Tower Danareksa, Jakarta baru-baru ini.

Untuk proyek jalan di KIPP, perseroan menargetkan tuntas pada tahun ini. Sedangkan, proyek istana dan kantor presiden yang kini progresnya mencapai 35% diharapkan selesai tahun depan. Bakhtiyar menekankan, perseroan akan berupaya maksimal merampungkan proyek-proyek IKN sesuai jadwal agar upacara kemerdekaan pada 17 Agustus 2024 dapat digelar di IKN.

Selain di proyek IKN, Bakhtiyar mengungkapkan, PTPP juga telah mengamankan proyek pelabuhan petikemas Kalibaru di Tanjung Priok dan proyek-proyek di segmen EPC dengan mengerjakan  proyek smelter PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp 3 triliun dalam tiga tahun ke depan serta smelter feronikel milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara senilai Rp 2,3 triliun.

Segmen lainnya, emiten konstruksi pelat merah tersebut juga mengamankan proyek di tangan dari sektor jalan tol dengan menggarap tol Semarang-Demak dan Indrapura-Kisaran di Sumatera Utara. Adapun kontribusi dari sektor gedung, PTPP membangun gedung IT Mandiri Bumi di Slipi, Jakarta, dan gedung Bali international hospital.

Juli 2023 lalu, PTPP juga mengantongi kontrak senilai Rp 3,4 triliun dari proyek railway atau semacam Light Rail Transit (LRT) di Filipina bekerjasama dengan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Di proyek railway tersebut, PTPP mengerjakan pekerjaan sipil yang berhubungan dengan struktur jembatan dan kereta api. Sebab, perseroan memiliki cukup banyak pengalaman salah satunya di rel kereta api Makassar-Parepare.

“Jadi, pengelolaan infrastruktur dan kereta api itu menjadi kompetensi kami sebagai bekal masuk ke bisnis konstruksi di luar negeri. Total lamanya empat tahun sehingga menjamin keberlangsungan PTPP,” imbuhnya.

Dengan begitu, keberlanjutan bisnis konstruksi PTPP pada saat terjadi peralihan pemerintahan tidak akan berdampak signifikan. “Dengan order book mencapai Rp 60 triliun. Insya Allah aman untuk tiga sampai empat tahun ke depan,” terang Bakhtiyar. 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia