Pegang Order Book Rp 60 Triliun, PTPP Tahan Banting
Kontrak Baru
Sampai Agustus 2023, Bakhtiyar mengumumkan, PTPP telah meraih kontrak baru sebesar Rp 22,5 triliun dari target tahun ini sebesar Rp 34,5 triliun. Realisasi kontrak per Agustus tersebut meningkat sebesar 40% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Bakhtiyar percaya, pertumbuhan kontrak baru ini merupakan bentuk kepercayaan publik, pemilik proyek, dan pemerintah termasuk pihak swasta atas performa perseroan di tengah tahun-tahun bergejolak seperti sekarang ini.
“Kita optimistis, sampai akhir tahun PTPP akan mencapai target kontrak baru Rp 34,5 triliun. Jadi, strategi perseroan saat ini lebih fokus pada bisnis utama kammi yaitu konstruksi atau sebagai kontraktor. Kemudian di sisi investasi, kami juga coba lebih selektif untuk menata portofolio investasi,” ujarnya.
Ke depan, ia menambahkan, PTPP akan mengurangi eksposur pada investasi di bisnis properti lantaran kondisi penjualannya belum pulih akibat pandemi covid-19. Sementara untuk bisnis perkantoran seperti BSI dan Danareksa Tower bakal tetap dipertahankan karena menguntungkan.
“Kita masuk di Bank Syariah Indonesia (BSI) Tower karena proyek itu mempunyai captive market sehingga banyak yang berminat. Tower Danareksa okupansinya sekarang sudah mencapai 90%. Kami target akan terus naik sampai 100%. Apalagi, kebutuhan perkantoran di Jakarta masih cukup banyak. Jadi kita yakin bisnis perkantoran khususnya di Jakarta Pusat akan baik,” tandasnya.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






