Jumat, 15 Mei 2026

Telkom (TLKM) Butuh US$ 4,4 Miliar demi Hajatan Besar

Penulis : Muawwan Daelami
11 Sep 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Telkom Indonesia perkuat lini usaha data center. (Dok. Telkom)
Telkom Indonesia perkuat lini usaha data center. (Dok. Telkom)

Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menilai, peluang TLKM menjadi jawara di industri data center Asia Tenggara terbuka lebar. Terlebih, emiten telekomunikasi pelat merah ini merupakan market leader.

Di sisi lain, target perseroan menjadi pemain besar di Asean juga didukung oleh populasi masyarakat Indonesia yang besar di kawasan. “Jadi, peluang Telkom itu ada. Tapi perseroan harus bekerja keras karena non-operator telekomunikasi juga banyak yang masuk di industri data center,” tambah dia.

Peluang Telkom juga diperkuat dari posisi kas perusahaan yang solid. Dengan kas mencapai Rp 40 triliun pada semester I-2023, menurut Kiswoyo, sebagian besar kebutuhan investasi di industri data center dapat TLKM penuhi dengan mengandalkan kas internal, dan sisanya memanfaatkan utang perbankan.

ADVERTISEMENT

Paralel dengan itu, Kiswoyo memproyeksikan pendapatan dan laba bersih Telkom masing-masing akan tumbuh 5% sampai akhir tahun ini, dibandingkan tahun lalu. Menurut dia, saat ini merupakan momentum tepat untuk membeli saham TLKM karena sudah berada di level bottom.

“Begitu harganya tembus Rp 4.000, saham TLKM akan naik lagi jadi Rp 4.500. Baru, setelah itu menuju new high Rp 5.000. Jadi, koreksi harga Telkom saat ini hanya siklus teknikal yang wajar dan secara fundamental tidak ada isu,” tutur dia.

Senada, Equity Research MNC Sekuritas Andrew Sebastian Susilo dalam riset yang dipublikasi baru-baru ini, merekomendasikan buy TLKM dengan target harga Rp 4.200 dan potensi penguatan sebesar 13,82% dari penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 3.690.

“Kami melihat pemisahan Indihome ke Telkomsel akan meningkatkan basis pelanggan dan ARPU Indihome sekaligus mengurangi biaya operasional dan menurunkan belanja modal. Adapun risiko negatif yang perlu diwaspadai yaitu perang tarif data dan pertumbuhan pelanggan yang terbatas,” ujar Andrew.

Dia pun memperkirakan, pendapatan Telkom pada akhir 2023 bisa menembus Rp 153,3 triliun, atau naik sebesar 4,0% secara yoy ditopang dari layanan data, internet, dan TI yang akan tetap menjadi kontributor utama dengan sumbangsih sebesar 55,7%.

“Dari sisi Ebitda, kami memperkirakan TLKM tumbuh sebesar 6,2% secara yoy di tengah biaya penyusutan dan amortisasi yang lebih rendah sebesar 6,6% secara yoy setelah pengakuan percepatan penyusutan dan biaya pemasaran yang lebih rendah sebesar 1,2% secara yoy,” ungkap Andrew. 

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia