Jumat, 15 Mei 2026

Telkom (TLKM) Butuh US$ 4,4 Miliar demi Hajatan Besar

Penulis : Muawwan Daelami
11 Sep 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Telkom Indonesia perkuat lini usaha data center. (Dok. Telkom)
Telkom Indonesia perkuat lini usaha data center. (Dok. Telkom)

JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membutuhkan investasi sebesar US$ 4,4 miliar untuk menjadi jawara di industri pusat data (data center) Asia Tenggara. Dana setara Rp 67,68 triliun itu akan digunakan perseroan untuk membangun data center berkapasitas 400 Megawatt (MW) hingga 2030.

Pembangunan pusat data berkapasitas jumbo tersebut menjadi komitmen TLKM untuk tampil sebagai salah satu pemimpin di industri data center Asean. Dan sebagai pemimpin pasar (market leader) di industri telekomunikasi nasional, target tersebut dinilai tidaklah sulit bagi Telkom.

“Dengan target sebesar 400 mw, kami membutuhkan sekitar US$ 4,4 miliar untuk membangun sekaligus mengoperasikan data center,” kata SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza kepada Investor Daily baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Sampai saat ini, Reza menuturkan, Telkom melalui PT Telkom Data Ekosistem dengan merek NeutraDC sudah menggelontorkan investasi sekitar US$ 500 juta untuk IT load data center. Investasi itu mengacu pada kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat dan keperluan untuk menjaga standar keamanan, serta kinerja tinggi di industri data center.

Ini tercermin dari kepemilikan pusat data Telkom hingga Juni 2023. Emiten bersandi saham TLKM ini telah mempunyai 30 pusat data, dengan rincian 25 berada di dalam negeri dan lima lainnya tersebar di Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.

Maka dari itu, target Grup Telkom membangun 400 MW sampai 2030 merupakan ikhtiar untuk menjadi salah satu pemain besar di industri data center Asia Tenggara. “Target ini adalah bagian dari visi jangka panjang kami,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Telkom melalui NeutraDC juga terus mengadopsi teknologi baru di infrastruktur data center seperti memperbarui perangkat keras, lunak, dan infrastruktur pengelolaan energi guna meningkatkan efisiensi dan kinerja.

“Saat ini, kami terus memperbanyak penggunaan energi terbarukan dalam pengoperasian data center. Kami juga memberikan keamanan data untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Karena itu, kami memprioritaskan investasi di sistem keamanan fisik dan siber,” imbuh dia.

Peluang Besar

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia