Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Transaksi Harian BEI Masih Tertekan

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
11 Sep 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menurun. Kali ini, RNTH melorot sebesar 9,12% menjadi Rp 9,97 triliun daripada pelemahan pada pekan sebelumnya sebesar Rp 10,97 triliun per hari.

Selain RNTH, data perdagangan BEI juga menunjukkan, frekuensi transaksi harian terjun hingga 2,05% menjadi 1.121.707 kali, dibandingkan frekuensi transaksi harian pada pekan sebelumnya sebanyak 1.145.216 kali per hari.

Imbas penurunan RNTH dan frekuensi transaksi harian tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan ini terkoreksi 0,76% ke posisi 6.924 daripada penutupan akhir pekan sebelumnya di level 6.977.

ADVERTISEMENT

Dampak lainnya, nilai kapitalisasi pasar (market cap) ikut tertekan sebesar 0,45% menjadi Rp 10,23 triliun daripada penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya sebesar Rp 10,28 triliun.

Asal tahu saja, pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (8/9/2023), investor asing melanjutkan aksi jual bersih dengan nilai Rp 1,11 triliun. Praktis, sepanjang tahun ini yang berakhir pada 8 September 2023, investor asing sudah mencatatkan jual bersih mencapai Rp 2,28 triliun.

Di sisi lain, pada pekan sebelumnya, BEI resmi mencatatkan saham (listing) PT Multitrend Indo Tbk (BABY) tepatnya pada Kamis (7/9/23) di papan utama dan menjadikannya sebagai perusahaan tercatat ke-65 di BEI pada tahun ini.

BABY merupakan perusahaan yang bergerak di sektor consumer cyclicals dan sub-sektor retailing. Adapun secara industri, perseroan termasuk specialty retail dengan sub-industri apparel & textile retail.

Setelah Multitrend Indo, BEI akan kembali mencatatkan emiten pendatang baru yaitu PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS) atau Aegis. Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) berlangsung, saham AEGS mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,3 kali.

Dalam aksi korporasi itu, Aegis melepas sebanyak 400 juta saham atau setara 39,76%. Sementara pesanan yang masuk total mencapai 936,17 juta saham. Torehan tersebut merujuk pada data yang perseroan unggah ke situs resmi BEI.

Aegis mematok harga IPO sebesar Rp 100 per saham, sehingga dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp 40 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 100,6 miliar. BEI akan mencatatkan emiten berkode saham AEGS ini di papan akselerasi.

“AEGS menjadi perusahaan tercatat ke-66 di BEI tahun ini,” tulis BEI dalam laporannya dikutip, Senin (11/9/2023).

Di samping itu, Aegis juga bakal mencatatkan 100 juta waran seri I (AEGS-W). Setiap pemegang empat saham baru berhak memperoleh satu waran dan setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru AEGS seharga Rp 90 per saham.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) adalah Shinhan Sekuritas. Sesuai rencana, Aegis akan menggunakan sebesar Rp 10,3 miliar dari dana hasil IPO untuk membeli lahan dan bangunan, kantor, serta gudang.

Lalu, sebesar Rp 1,26 miliar dipakai untuk membangun gudang baru dan Rp 3,66 miliar ditetapkan sebagai belanja modal pabrik penunjang operasional perseroan. Sedangkan dana sisanya untuk modal kerja. (fur)

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia