Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Belum Nyerah Uji Level 7.000, Dua Sektor Layak Dilirik Pemburu Cuan Pekan Ini

Penulis : Indah Handayani
11 Sep 2023 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Investor memotret layar pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Investor memotret layar pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – IHSG diprediksi masih belum nyerah uji level 7.000 pada pekan ini. Sentimen yang mendorong penguatan IHSG pada minggu ini ada beberapa hal, mulai dari China hingga Domestik. Dua sektor layak dilirik pemburu cuan pekan ini, yaitu sektor energi dan infrastruktur.  

Founder stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, pada perdagangan periode 4 - 8 September 2023 bergerak pada rentang harga 6.966 - 7.020 atau melemah sebesar 0,76% (week to day/wtd). Sedangkan IHSG ditutup pada level 6.924 atau melemah sebesar 0,43% (day to day/dtd) pada perdagangan Jumat (8/9/2023) dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya.

Hendra menjelaskan, pada perdagangan minggu lalu, sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar Domestik diantaranya penurunan cadangan devisa Indonesia hingga US$ 137,1 miliar, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2022. Consumer Confidence Indonesia meningkat menjadi 125,2 pada Agustus 2023, setelah mencapai level terendah dalam empat bulan pada Juli 2023 yaitu 123,5.

ADVERTISEMENT

Dari sisi Regional, pekan lalu beberapa data ekonomi penting dari China menunjukkan bahwa pada Agustus 2023 lalu, surplus perdagangan China menyusut menjadi US$ 68,36 miliar, terendah sejak Mei, setelah mencapai US$ 78,65 miliar pada Agustus 2022. Harga produsen China turun 3,0% yoy pada Agustus 2023, sesuai dengan perkiraan pasar, setelah penurunan 4,4% pada bulan sebelumnya.

“Penjualan kendaraan di China turun 1,4% tahun-ke-tahun menjadi 2,387 juta unit pada Juli 2023, menyusul kenaikan 4,8% pada bulan sebelumnya,” tambah Hendra.

Kemudian, Hendra menyebut, dari sentimen Global, Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada minggu ini menunjukkan beberapa sinyal yang beragam. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 13 ribu menjadi 216 ribu pada pekan yang berakhir 2 September, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 234 ribu, menandai level terendah sejak Februari.

“Defisit perdagangan AS melebar kurang dari yang diharapkan menjadi US$ 65 miliar pada Juli 2023 dari revisi turun US$ 63,7 miliar pada Juni, dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar US$ 68 miliar,” papar Hendra.

Untuk pekan ini, Hendra memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas dengan menguji psikologis resistance di level 7.000. Adapun sentimen yang mendorong penguatan IHSG pada minggu ini ada beberapa hal, yaitu dari regional China yang dilansir melalui portal Reuters bahwa tingkat keyakinan masyarakat meningkat seiring dengan tekanan deflasi China yang berkurang.

“Serta, dari sisi Domestik bahwa Indonesia mendapatkan banyak keuntungan dari KTT ASEAN yang diadakan pada minggu lalu, berupa disepakatinya 93 proyek kerja sama senilai US$ 38,2 miliar untuk Indonesia,” jelas Hendra.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia