IHSG Belum Nyerah Uji Level 7.000, Dua Sektor Layak Dilirik Pemburu Cuan Pekan Ini
JAKARTA, investor.id – IHSG diprediksi masih belum nyerah uji level 7.000 pada pekan ini. Sentimen yang mendorong penguatan IHSG pada minggu ini ada beberapa hal, mulai dari China hingga Domestik. Dua sektor layak dilirik pemburu cuan pekan ini, yaitu sektor energi dan infrastruktur.
Founder stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, pada perdagangan periode 4 - 8 September 2023 bergerak pada rentang harga 6.966 - 7.020 atau melemah sebesar 0,76% (week to day/wtd). Sedangkan IHSG ditutup pada level 6.924 atau melemah sebesar 0,43% (day to day/dtd) pada perdagangan Jumat (8/9/2023) dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya.
Hendra menjelaskan, pada perdagangan minggu lalu, sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar Domestik diantaranya penurunan cadangan devisa Indonesia hingga US$ 137,1 miliar, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2022. Consumer Confidence Indonesia meningkat menjadi 125,2 pada Agustus 2023, setelah mencapai level terendah dalam empat bulan pada Juli 2023 yaitu 123,5.
Dari sisi Regional, pekan lalu beberapa data ekonomi penting dari China menunjukkan bahwa pada Agustus 2023 lalu, surplus perdagangan China menyusut menjadi US$ 68,36 miliar, terendah sejak Mei, setelah mencapai US$ 78,65 miliar pada Agustus 2022. Harga produsen China turun 3,0% yoy pada Agustus 2023, sesuai dengan perkiraan pasar, setelah penurunan 4,4% pada bulan sebelumnya.
“Penjualan kendaraan di China turun 1,4% tahun-ke-tahun menjadi 2,387 juta unit pada Juli 2023, menyusul kenaikan 4,8% pada bulan sebelumnya,” tambah Hendra.
Kemudian, Hendra menyebut, dari sentimen Global, Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada minggu ini menunjukkan beberapa sinyal yang beragam. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 13 ribu menjadi 216 ribu pada pekan yang berakhir 2 September, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 234 ribu, menandai level terendah sejak Februari.
“Defisit perdagangan AS melebar kurang dari yang diharapkan menjadi US$ 65 miliar pada Juli 2023 dari revisi turun US$ 63,7 miliar pada Juni, dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar US$ 68 miliar,” papar Hendra.
Untuk pekan ini, Hendra memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas dengan menguji psikologis resistance di level 7.000. Adapun sentimen yang mendorong penguatan IHSG pada minggu ini ada beberapa hal, yaitu dari regional China yang dilansir melalui portal Reuters bahwa tingkat keyakinan masyarakat meningkat seiring dengan tekanan deflasi China yang berkurang.
“Serta, dari sisi Domestik bahwa Indonesia mendapatkan banyak keuntungan dari KTT ASEAN yang diadakan pada minggu lalu, berupa disepakatinya 93 proyek kerja sama senilai US$ 38,2 miliar untuk Indonesia,” jelas Hendra.
Dari sisi teknikal, Hendra menjabarkan, jika dilihat dari indikator Stochastic, IHSG telah berada pada area netralnya. Kemudian, IHSG telah menyentuh support dinamisnya pada indikator MA 30. Di sisi lain, pergerakan arah candle masih berada di dalam garis support di level 6.923 dan resistance di level 7.000. Kenaikan harga komoditas batu bara dalam 1 minggu terakhir memicu kenaikan pada industri penghasil batu bara, serta industri layar lebar indonesia yang semakin berkualitas juga perlu diperhatikan.
“Sektor Energy dan Infrastructures menarik untuk diamati pada minggu ini, seperti BUMI, PTBA, dan FILM,” paparnya.
Baca Juga:
Antam (ANTM) Umumkan Kabar TerkiniTidak hanya itu, Hendra juga merekomendasikan empat saham pilihan dengan target harganya, yaitu:
MYOR
Rekomendasi: Swing trade pada harga 2.500
Target harga 1: 2.590
Target harga 2: 2.690
Stop loss: 2.430.
CMNT
Rekomendasi: Swing Trade di harga 1.080
Target harga 1: 1.115
Target harga 2: 1.180
Stop loss: 1.080.
NSSS
Rekomendasi: Fast Trade di harga 193
Target harga 1: 199
Target harga 2: 204
Stop loss: 188
BRMS
Rekomendasi: Fast trade di harga 216
Target harga 1: 222
Target harga 2: 228
Stop loss: 210
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






