Jumat, 15 Mei 2026

Pundi-pundi Cuan Telkom (TLKM), Target Harga Saham Naik

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Sep 2023 | 13:35 WIB
BAGIKAN
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Perseroan)
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Kalangan analis menilai bahwa PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mempunyai prospek jangka menengah yang sedikit lebih bullish. Telkom memiliki posisi unik di bisnis fixed mobile convergence (FMC) dan akan mulai berdampak positif terhadap penjualan.

“Sementara, kami memperkirakan strategi ekspansi HDC (hyperscale data center) di Tanah Air dan regional akan meningkatkan pendapatan pada 2025,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dalam riset terbaru. BRI Danareksa Sekuritas baru-baru ini turut menghadiri TLKM’s Analyst Day.

Menurut Niko, pihaknya sedikit menaikkan proyeksi laba per saham (EPS) Telkom tahun 2023, 2024, dan 2025 masing-masing sebesar 2,8%, 2,2%, dan 1,9%.

ADVERTISEMENT

Dia pun menilai bahwa Telkom melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menawarkan keunggulan di bisnis FMC dibandingkan pesaingnya dari segi produk dan jangkauan pelanggan. Sebagai informasi, Telkomsel dan XL Axiata (EXCL) menjadi pelopor FMC di Indonesia.

Manajemen Telkomsel telah mengidentifikasi produk-produk yang terjangkau bagi pelanggan rumah tangga Indihome di pasar luar Jawa. Beberapa di antaranya memiliki pangsa pasar mencapai 95%, yang bisa dijual silang dengan FMC.

Mengenai bisnis HDC, Niko mengungkapkan bahwa Telkom tengah mengejar kemitraan strategis dan ekspansi regional untuk mendapatkan prospek yang menarik. Menurut Grand View Research, tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) kapasitas pusat data (data center/DC) Indonesia diperkirakan mencapai 33% untuk periode 2022-2031, yakni dari 98 MW menjadi 1.256 MW. Sedangkan pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik diprediksi sebesar 18,4% untuk periode 2021-2025, seiring pergeseran permintaan ke pasar negara berkembang.

Untuk menangkap peluang pasar, emiten berkode saham TLKM tersebut melakukan ekspansi regional di Hong Kong dan Singapura. TLKM menyediakan konektivitas end-to-end dan berharap dapat meniru hal ini di pasar regional melalui pencarian investor strategis. TLKM menetapkan target jangka panjang untuk membangun kapasitas HDC sebesar 400 MW pada 2030 untuk menangkap tren industri di pasar domestik dan regional.

Rekomendasi & Target Harga Saham 

Lebih lanjut Niko menjelaskan, TLKM merevisi panduan grup untuk pendapatan dan EBITDA 2023 menjadi satu digit rendah hingga menengah dari sebelumnya satu digit menengah. Alasannya, lebih banyak tekanan dari bisnis lama.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan proyeksi kinerja TLKM tersebut sebesar 2,8%, 2,2%, dan 1,9% untuk periode 2023, 2024, dan 2025. Begitu juga dengan target harga saham TLKM direvisi naik menjadi Rp 4.600 dari sebelumnya Rp 4.400. Hal itu mempertimbangkan prospek jangka menengah bisnis FMC dan HDC yang lebih optimistis.

“Kami menegaskan kembali rating ‘beli’ saham TLKM. Adapun EV/EBITDA saat ini sebesar 4,6 kali, -1SD rata-rata 5 tahunnya yang sebesar 5,9 kali dan kompetitornya di 4,4-5,2 kali,” pungkas Niko.

Baru-baru ini, seperti diberitakan Investor Daily, TLKM membutuhkan investasi sebesar US$ 4,4 miliar untuk menjadi pemain utama di industri pusat data (data center) Asia Tenggara. Dana setara Rp 67,68 triliun itu akan digunakan perseroan untuk membangun data center berkapasitas 400 megawatt (MW) hingga 2030.

Pembangunan pusat data berkapasitas jumbo tersebut menjadi komitmen TLKM untuk tampil sebagai salah satu pemimpin di industri data center ASEAN. Sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi nasional, target tersebut dinilai tidak sulit bagi perseroan.

“Dengan target sebesar 400 MW, kami membutuhkan sekitar US$ 4,4 miliar untuk membangun sekaligus mengoperasikan data center,” ujar SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom (TLKM) Ahmad Reza.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia