Aset Emiten Ini Naik Tiga Kali Lipat, Saham juga Melesat 296%
JAKARTA, investor.id - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) atau SSPACE mencatat kenaikan aset 207% atau tiga kali lipat pada posisi per 30 September 2023, dibandingkan 31 Desember 2022.
Di akhir September tahun ini, total aset DOOH jadi Rp 247,56 miliar. Sedangkan per akhir Desember tahun lalu masih Rp 80,64 miliar.
Terkait hal itu, Direktur Utama Era Media Sejahtera Vicktor Aritonang dan juga Direktur Era Media Sejahtera Devi Nisa Suhartono memberikan penjelasan.
Menurut mereka, peningkatan total aset ini terutama disebabkan karena perseroan sedang dalam tahap pengembangan lini usaha perseroan, setelah perseroan dinyatakan efektif atas penyataan pendaftaran penawaran umum perdana (IPO) saham perseroan pada 28 April 2023.
Sementara itu, sampai dengan kuartal III-2023, DOOH membukukan pendapatan bersih Rp 136,91 miliar. Melesat 430% dari kuartal III-2022 di posisi Rp 25,81 miliar. Sedangkan, laba bersih periode berjalan per akhir September 2023 Rp 7,45 miliar, meningkat dari Rp 5,32 miliar di periode yang sama tahun 2022.
Saham
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH). Hal itu lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
“Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) di pasar reguler dan pasar tunai serta waran seri I PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH-W) di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan tanggal 10 Oktober 2023 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” jelas pengumuman BEI yang dipublikasikan pada Selasa (10/10/2023).
BEI mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Saham DOOH pada perdagangan 9 Oktober naik 13,51% ke Rp 210. Dalam satu bulan terakhir saham ini melambung 296,23%.
Era Media Sejahtera sendiri sudah menyelenggarkan paparan publik insidentil pada Jumat, 6 Oktober pekan lalu. Paparan publik insidentil ini diselenggarakan atas permintaan BEI terkait penghentian sementara perdagangan (suspensis) atas saham dan waran seri I perusahaan (DOOH & DOOH-W) di pasar reguler dan pasar tunai pada perdagangan tanggal 3 Oktober 2023, dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Dalam keterangan resminya dijelaskan bahwa Era Media Sejahtera sebagai perusahaan periklanan dan juga pemilik media (media owner) dan sesuai dengan paparan yang disampaikan manajemen pada public expose 6 Oktober 2023, memasuki kuartal IV-2023 ini akan memperkenalkan inovasi teknologi terbarunya yang bernama ‘AdsPlatform’ yang akan diluncurkan pada awal Desember 2023.
AdsPlatform adalah platform berbasis website yang mengadopsi teknologi terkini sebagai solusi satu atap untuk solusi periklanan bagi pengiklan, penyediaan katalog media, data insight, lanskap kompetitif, monitoring media, media placement, juga perencanaan dan strategi media.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






