Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Lontarkan Komentar Dovish, Rupiah Menguat

Penulis : Grace El Dora
11 Okt 2023 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)
Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/aa)

JAKARTA, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) melontarkan komentar bernada dovish terkait kemungkinan suku bunga acuan yang akan bertahan hingga akhir tahun.

“Pergerakan rupiah hari ini diprediksi menguat di kisaran perdagangan Rp 15.700-15.740, dipengaruhi oleh penurunan (imbal hasil) yield obligasi pemerintah AS dan pernyataan The Fed yang dovish,” kata analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova ketika dihubungi Antara, Jakarta, Rabu.

Dua pejabat The Fed, Raphael Bostic dan Neel Kashkari, menyampaikan The Fed tidak perlu kembali menaikkan suku bunga.

ADVERTISEMENT

Mereka berdua memiliki alasan yang berbeda. Bostic khawatir terhadap perang Palestina melawan Israel, sedangkan Kashkari menyinggung yield obligasi AS yang sudah tinggi akan menurunkan inflasi.

Menurut CME FedWatch Tool, ekspektasi pasar terkait suku bunga bakal bertahan di akhir tahun terlihat meningkat dari 57% menjadi 74%.

“(Kendati demikian), potensi penguatan rupiah ke depan akan tertahan oleh situasi geopolitik Timur Tengah, (dan) data tingkat harga produsen dan konsumen AS yang masing-masing akan rilis hari ini dan besok,” jelas Rully.

Tingkat harga konsumen diperkirakan 0,39% bulanan dan 3,7% tahunan, sedangkan tingkat harga produsen 0,3% bulanan.

Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah menguat sebesar 39 poin atau 0,25% ke level Rp 15.700 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang mencapai Rp 15.739 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu justru melemah ke posisi Rp 15.710 dari sebelumnya Rp 15.708 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia