Jumat, 15 Mei 2026

Indika Energy (INDY) Beri Sinyal Divestasi Lagi

Penulis : Zsazya Senorita
17 Okt 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN

Azis Armand menjelaskan, penjualan kepemilikan saham di MUTU adalah bagian dari strategi perseroan sebagai perusahaan investasi dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Dia menyebutkan, perseroan akan mengurangi eksposur di bisnis batu bara dan menambah portofolio investasi non-batu bara.

“Perseroan menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor nonbatu bara pada 2025,” ujar Azis.

Dia menjabarkan, MUTU adalah perusahaan pertambangan bituminous thermal dan coking coal di Kalimantan Tengah yang memegang Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi ketiga dengan area konsesi 24.970 hektare (ha). Perusahaan ini telah menjadi bagian dari Indika Energy Group sejak 2012.

ADVERTISEMENT

Menurut Azis, MUTU menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik sejak berproduksi pada 2016 dan mencapai profit tertinggi di 2022. “Meski demikian, kami percaya bahwa penjualan saham Indika Energy di MUTU menjadi langkah lainnya dari perusahaan untuk mengurangi eksposur di bisnis batu bara,” jelas Azis Armand.

Saat ditemui di acara Tripatra Sustainable Engineering Summit, dia optimistis bahwa penjualan MUTU tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan INDY tahun ini. Penurunan kontribusi batu bara di Indika Energy juga ditaksir hanya sekitar 1,5 juta ton dari pelepasan MUTU.

“Dari overall revenue atau kemampuan tidak terlalu banyak berbeda. (Penurunan) pasti ada, tetapi tidak signifikan,” imbuh dia.

Manajemen masih belum bisa memberi rincian berapa porsi pendapatan perseroan dari bisnis batu bara dan non-batu bara tahun ini. Namun Azis menekan lagi, target perseroan untuk mendapat pemasukan 50% dari bisnis non-batu bara pada 2025.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia