Indika Energy (INDY) Beri Sinyal Divestasi Lagi
Azis Armand menjelaskan, penjualan kepemilikan saham di MUTU adalah bagian dari strategi perseroan sebagai perusahaan investasi dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi. Dia menyebutkan, perseroan akan mengurangi eksposur di bisnis batu bara dan menambah portofolio investasi non-batu bara.
“Perseroan menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor nonbatu bara pada 2025,” ujar Azis.
Dia menjabarkan, MUTU adalah perusahaan pertambangan bituminous thermal dan coking coal di Kalimantan Tengah yang memegang Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi ketiga dengan area konsesi 24.970 hektare (ha). Perusahaan ini telah menjadi bagian dari Indika Energy Group sejak 2012.
Menurut Azis, MUTU menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik sejak berproduksi pada 2016 dan mencapai profit tertinggi di 2022. “Meski demikian, kami percaya bahwa penjualan saham Indika Energy di MUTU menjadi langkah lainnya dari perusahaan untuk mengurangi eksposur di bisnis batu bara,” jelas Azis Armand.
Saat ditemui di acara Tripatra Sustainable Engineering Summit, dia optimistis bahwa penjualan MUTU tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan INDY tahun ini. Penurunan kontribusi batu bara di Indika Energy juga ditaksir hanya sekitar 1,5 juta ton dari pelepasan MUTU.
“Dari overall revenue atau kemampuan tidak terlalu banyak berbeda. (Penurunan) pasti ada, tetapi tidak signifikan,” imbuh dia.
Manajemen masih belum bisa memberi rincian berapa porsi pendapatan perseroan dari bisnis batu bara dan non-batu bara tahun ini. Namun Azis menekan lagi, target perseroan untuk mendapat pemasukan 50% dari bisnis non-batu bara pada 2025.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




