PTPP Raih Kontrak Baru Rp 23,6 T, Proyek IKN Siap-siap Ditender
JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 23,6 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Dari nilai tersebut, sebanyak Rp 5,54 triliun di antaranya merupakan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perolehan kontrak IKN berpotensi bertambah, mengingat masih banyak proyek yang bakal ditender.
“Kontrak baru sampai kuartal III-2023 yaitu Rp 23,6 triliun. Minggu depan, kami akan rilis kontrak baru sampai Oktober. Khawatir, ada beberapa proyek baru (yang belum dimasukkan) di akhir minggu kemarin,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi kepada Investor Daily, Minggu (22/10/2023).
Bila merujuk pada data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, emiten BUMN Karya tersebut terakhir kali memenangkan tender proyek IKN pada April 2023. Saat itu, emiten bersandi PTPP ini berhasil mengantongi kontrak proyek pembangunan jalan di dalam kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP): Paket pembangunan jalan akses menuju masjid di kawasan IKN dan dermaga logistik termasuk jalan akses senilai Rp 397 miliar dari total nilai Rp 690 miliar.
Proyek tersebut merupakan satu di antara sejumlah proyek IKN yang berhasil diraup PTPP. Sisanya, proyek penyiapan KIPP tahap I dan II; jalan sumbu kebangsaan sisi Barat; jalan tol IKN segmen 3B Kariangau-Sp. Tempadung; gedung istana negara dan lapangan upacara; gedung kantor kepresidenan RI; dan proyek gedung Kementerian Sekretariat Negara RI, serta proyek sembilan menara rumah susun (Rusun) aparatur sipil negara (ASN) senilai Rp 1,3 triliun.
Proyek IKN Rp 575 Miliar
Saat ini, terpantau dua proyek IKN senilai total Rp 575 miliar siap ditender ulang. Dua proyek itu adalah proyek pembangunan jaringan perpipaan air limbah dua KIPP IKN senilai Rp 473 miliar dan proyek pembangunan unit pengurukan residu di KIPP IKN senilai Rp 102 miliar.
Sebanyak total 74 peserta bersiap mengikuti proses tender ulang dua proyek tersebut. Namun, belum dapat diketahui siapa saja peserta yang mengikuti proses tender ulang tersebut.
Ada pula proyek di luar IKN yang nilainya tak kalah fantastis, yaitu proyek pembangunan Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani senilai Rp 200 miliar. Proyek tersebut kini memasuki tahap pascakualifikasi dan penetapan pemenangnya bakal diumumkan pada 15 November mendatang.
Tercatat, sebanyak 33 peserta telah mengikuti proses lelang proyek yang berlokasi di Provinsi Banten tersebut. Sayangnya, sama seperti di dua proyek IKN sebelumnya, belum dapat dirinci siapa saja peserta yang berpartisipasi di proyek tersebut.
Akan tetapi, bila melihat core business PTPP di sektor gedung, tidak menutup kemungkinan perseroan juga berminat atas proyek tersebut. Mengingat, perseroan juga sebelumnya meraih kontrak untuk proyek sejenis, yaitu proyek pembangunan Universitas Haluoleo Kendari sebesar Rp 240 miliar.
Diperkuat lagi, jika mencermati komposisi perolehan proyek PTPP hingga semester I-2023, mayoritas atau sebanding 34,8% bersumber dari lini usaha gedung. Disusul, lini usaha jalan dan jembatan sebesar 24,6%, perkeretaapian sebesar 11,7%, bendungan sebesar 9,7%, Pelabuhan sebesar 8,5%, industri sebesar 7,4%, dan minyak serta gas sebesar 1,1%.
Di samping merengkuh beberapa proyek IKN, PTPP juga mengumumkan telah meraih kontrak baru dari berbagai proyek non-IKN di antaranya proyek The North-South Commuter di Philipina sebesar Rp 1,36 triliun, Bendungan Cibeet sebesar Rp 937 miliar, East Port Lamongan Phase 1A & 1 B sebesar Rp 767 miliar, Tol Bayung Lencir – Tempino Paket II sebesar Rp 683 miliar, Gedung BSI Antara sebesar Rp 607 miliar, Duplikasi Jembatan PIK sebesar Rp 205 miliar, termasuk proyek Rumah Sakit Amanah Banjarmasin sebesar Rp 201 miliar.
Investor India Kepincut IKN
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk India merangkap Bhutan, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi baru-baru ini membawa para investor asal India berkunjung ke IKN untuk menjajaki peluang investasi.
Para investor tersebut terdiri dari sejumlah perusahaan dengan aset jumbo dan memiliki reputasi Internasional. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai bidang mulai dari kesehatan, infrastruktur, pelabuhan, dan sumber daya mineral seperti garam mineral untuk bahan baku kertas dan ubin.
“Para investor menunjukkan minat yang kuat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Nusantara,” ungkap Ina dalam keterangan resminya.
Ina menjelaskan, alasannya memboyong para investor India ke IKN dalam rangka mempercepat pembangunan IKN sekaligus memperkenalkan investor-investor baru kepada Otorita IKN.
“Saya dan Kedutaan Besar melakukan kurasi ketat sebelum membawa para investor ke IKN. Karena kami tahu pasti dan paham kebutuhanya, (maka kami) memakai skala prioritas sehingga kami harus memilih yang cukup bonafide dan berminat khusus,” ujar dia.
Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN Indra Yuwana mengatakan, para investor tersebut merupakan top company yang sebagian memiliki perusahan tetap di Indonesia dari berbagai sektor yang berfokus pada green energy dan solar panel.
Di sisi lain, Chief Financial Officer PT Adani Global Siddarth memuji konsep dan rencana detail IKN yang mencakup segala aspek dari green energy, teknologi, keamanan, gaya hidup, dan pendidikan.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






