Nikel Matte Vale (INCO) Premium, tapi Harga Sahamnya Diskon
JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diperkirakan bakal merilis laporan keuangan kuartal III-2023 pada 26 Oktober. Pendapatan diprediksi datar karena volume penjualan yang lebih tinggi diimbangi oleh harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih rendah. Biaya tunai (cash cost) diperkirakan sedikit meningkat, yang menyebabkan kontraksi margin.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa prospek keuangan Vale Indonesia untuk tahun 2023-2024 tergantung pada harga nikel global dan biaya energi. Dia mengestimasi pendapatan Vale Indonesia sedikit tumbuh pada 2023, tetapi bisa turun pada 2024 karena ASP yang lebih rendah.
Adapun EBITDA emiten berkode saham INCO tersebut ditaksir mencapai US$ 532 juta pada 2023 dan US$ 497 juta pada 2024, dengan margin EBITDA masing-masing 43,4% dan 41,2%. “Laba bersih diproyeksikan mencapai US$ 262 juta pada 2023 dan US$ 233 juta pada 2024, dengan margin laba masing-masing 21,3% dan 19,3%,” tulis Rizkia dalam risetnya.
INCO adalah perusahaan penambangan dan pemurnian bijih nikel dengan wilayah konsesi yang luas di Sulawesi. Perseroan memproduksi 73.000 ton nikel matte per tahun dengan kandungan nikel yang tinggi.
INCO juga merupakan perusahaan penambang yang berkelanjutan dan menjual nikel matte dengan harga premium. Saat ini, INCO sedang mengembangkan beberapa proyek penambangan nikel dengan para pemain global terkemuka untuk menghasilkan produk nikel terkait baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Namun, di lantai bursa, saham INCO saat ini diperdagangkan dengan harga diskon. Sebab itu, Mirae Asset Sekuritas menginisiasi coverage-nya terhadap INCO dengan rekomendasi trading buy. Target harga saham INCO dipatok Rp 6.300. “Tetapi, potensi kenaikannya terbatas hingga proyek-proyek barunya beroperasi pada 2026,” pungkas Rizkia.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






