Jumat, 15 Mei 2026

Vale (INCO) Tahan Banting, Potensi Cuan Sahamnya Masih Tebal

Penulis : Jauhari Mahardhika
30 Okt 2023 | 19:32 WIB
BAGIKAN
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Febriany Eddy. (Foto: Laporan tahunan INCO)
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Febriany Eddy. (Foto: Laporan tahunan INCO)

JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 52,6 juta pada kuartal III-2023, turun 25,3% (qoq) atau naik 193% (yoy). Meski demikian, laba bersih sepanjang Januari-September 2023 yang mencapai US$ 221 juta atau tumbuh 31,3% (yoy) sejalan dengan ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas (77,1% dari perkiraan 2023). Bahkan di atas konsensus analis (82,3%).

Adapun penurunan laba bersih Vale Indonesia pada kuartal III-2023 mencerminkan penurunan harga nikel. “Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar US$ 16.204 per ton, turun 9,8% (qoq) atau turun 9,2% (yoy),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan dalam risetnya.

Menurut dia, pendapatan Vale Indonesia selama periode Januari-September 2023 masih tumbuh 7,3% (yoy) menjadi US$ 937,9 juta, yang dibantu oleh peningkatan volume penjualan, meskipun realisasi ASP turun 5,6% (yoy).

ADVERTISEMENT

Emiten nikel berkode saham INCO tersebut mampu menjaga margin tetap stabil di tengah penurunan harga nikel sepanjang Januari-September 2023. Sebab INCO juga berhasil menurunkan biaya tunai menjadi US$ 10.405 per ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 11.407 per ton.

Sedangkan margin kotor, margin EBITDA, dan margin bersih INCO masing-masing sebesar 30,6% (9M22: 29,7%), 41,2% (9M22: 40,8%), dan 23,6% (9M22: 19,3%).

Dari segi operasional, produksi INCO selama Januari-September 2023 tumbuh 17,6% (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kembalinya Furnace 4 pada kinerja yang optimal, setelah menjalani pembangunan kembali pada 2022. “Selain itu, produksi INCO pada kuartal III-2023 tergolong solid dengan kenaikan 6,1% (qoq), karena tidak adanya aktivitas pemeliharaan selama periode tersebut,” sebut Hasan.

INCO juga membukukan volume penjualan yang kuat sepanjang Januari-September 2023 dan kuartal III-2023, dengan kenaikan 13,7% (yoy) dan 4,6% (qoq). Biaya tunai juga lebih rendah 8,8% (yoy) dan 5,7% (qoq), yang mampu mengimbangi dampak penurunan ASP.

Potensi Cuan Saham INCO 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia