Jumat, 15 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diekspektasi Kuat Dukung Penguatan Rupiah

Penulis : Grace El Dora
2 Nov 2023 | 13:01 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta pada 16 Agustus 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri)

JAKARTA, investor.id – Penguatan rupiah dipengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi RI yang kuat. Ini menjadi dukungan yang memberikan ruang bagi mata uang rupiah untuk menguat ke depan.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 5,2% tahun 2023," kata Analis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova seperti dikutip Antara, Kamis (2/11).

Pada kuartal II-2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17% dari tahun ke tahun (YoY). Produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 5.226,7 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan mencapai angka Rp 3.075,7 triliun.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data ekonomi yang ada, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah memperkirakan ekonomi Indonesia bertumbuh mencapai kisaran 4,7% hingga 5,5% secara YoY pada akhir 2023, yang utamanya bersumber dari konsumsi domestik.

Adapun sentimen eksternal yang mempengaruhi penguatan rupiah adalah keputusan The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan di kisaran level 5,25% hingga 5,50%.

"Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi menguat terhadap dolar (Amerika Serikat) AS Rp 15.880-15.930 di kisaran sempit, dipengaruhi oleh faktor eksternal keputusan The Fed menahan suku bunga, namun indeks dolar AS masih terus meningkat," tutur Rully.

Adapun Indeks dolar AS masih pada tren meningkat karena masih dianggap sebagai aset safe haven yang lebih aman.

Keputusan The Fed yang menahan suku bunga diharapkan dapat menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan indeks dolar AS, sehingga dana-dana yang sempat keluar negeri bisa masuk ke pasar keuangan Indonesia. Karena itu, nilai tukar rupiah tetap kuat kendati ada peningkatan indeks dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis menguat sebesar 0,39% atau 62 poin ke level Rp 15.874 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.936 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia