Jumat, 15 Mei 2026

Bank Jago (ARTO) Dapat Katalis Positif, Target Harga Sahamnya Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Nov 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi aplikasi Bank Jago (ARTO).
Ilustrasi aplikasi Bank Jago (ARTO).

JAKARTA, investor.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang stabil pada kuartal III-2023 dan bisa berlanjut ke depannya, terlebih pionir bank digital ini telah meluncurkan GoPay Tabungan by Jago.

Hal tersebut menjadi katalis positif terhadap prospek kinerja keuangan dan saham Bank Jago. “Dengan kondisi makro yang masih volatil dan makin ketatnya persaingan e-commerce, mendiversifikasi kemitraan pinjaman atau memulai pinjaman yang langsung menjangkau konsumen dapat mendongkrak pertumbuhan kredit,” tulis analis Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra dalam ulasannya, Jumat (3/11/2023).

Mandiri Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan Bank Jago dalam menekan rasio NPL menjadi 1,1% pada September 2023. Begitu juga dengan kenaikan cost to income ratio (CIR) menjadi 69% hingga kuartal III-2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu 70%. Perbaikan CIR ini didukung oleh kemampuan perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit dan meningkatkan pendapatan jasa.

ADVERTISEMENT

Mengenai saham Bank Jago (ARTO), Mandiri Sekuritas memasang target harga Rp 2.000, dengan rekomendasi netral. Target harga saham ARTO tersebut mempertimbangkan proyeksi kenaikan pendapatan bunga bersih ARTO menjadi Rp 1,88 triliun pada tahun ini dan laba bersih Rp 141 miliar. Adapun produk GoPay Tabungan by Jago diharapkan ikut memperkuat akses ARTO untuk menggarap pelanggan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Sementara itu, ARTO juga menunjukkan pertumbuhan nilai simpanan yang mengesankan hingga September 2023. Bahkan sejak peluncuran GoPay Tabungan by Jago, jumlah nasabah perseroan terus bertumbuh, meski data resminya baru akan terlihat pada kinerja kuartal berikutnya.

Bank Jago dan GoTo Financial – lini usaha GOTO – telah merilis GoPay Tabungan by Jago pada pertengahan Oktober 2023. Sedangkan data kinerja yang disampaikan perseroan baru-baru ini adalah pencapaian hingga akhir September 2023.

“Hal paling positif dari performa Bank Jago hingga kuartal III-2023 adalah pertumbuhan tabungan yang sangat mengesankan mencapai 61%, giro melesat 44%, dan pertumbuhan deposito melambat menjadi 16,8%,” tulis analis Ciptadana Sekuritas, Erni Marsella Siahaan dalam risetnya.

Target Harga Lebih Tinggi 

Pertumbuhan tersebut berdampak pada kenaikan dana pihak ketiga (DPK) emiten bank digital berkode saham ARTO ini sebesar 41% menjadi Rp 10,3 triliun dibandingkan per September 2022 yang sebesar Rp 7,3 triliun.

Pertumbuhan menjadikan rasio current account saving account (CASA) atau dana murah perseroan naik menjadi 76% pada kuartal III-2023 dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 71%.

“Rasio CASA ARTO terbesar dibandingkan bank digital lainnya. Hal ini menjadikan biaya dana perseroan mengalami perbaikan sebanyak 80 bps menjadi 3% pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal II-2023 yang sekitar 3,8%,” tutur Erni.

ARTO juga berhasil menekan NPL gross dari 1,2% pada kuartal II-2023 menjadi 1,1% pada kuartal III-2023. Biaya kredit juga berhasil ditekan dari 4,7% menjadi 3,1%.

Terkait pertumbuhan kredit, menurut Erni, ARTO diprediksi dapat mencatatkan peningkatan sebesar 30% pada tahun ini. Pertumbuhan serupa diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Kenaikan kredit tersebut diharapkan datang dari peluncuran sejumlah program kredit tahun depan.

Hingga kuartal III-2023, ARTO berhasil mencetak penyaluran kredit senilai Rp 10,9 triliun atau tumbuh 33% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL gross di level 1,1%.

Kenaikan tersebut berdampak terhadap kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 23% menjadi Rp 1,2 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Sedangkan pertumbuhan laba bersih (net profit after tax/NPAT) sebesar 24% menjadi Rp 50 miliar.

Ciptadana Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 63 miliar tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 231 miliar pada 2024 dibandingkan raihan tahun lalu Rp 16 miliar. Sedangkan pendapatan bunga bersih diharapkan bertumbuh menjadi Rp 1,69 triliun pada 2023 dan melonjak menjadi Rp 2,13 triliun pada 2024, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 1,35 triliun.

Dengan berbagai faktor tersebut, Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 2.800.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia