Jumat, 15 Mei 2026

Ada Harapan di Bukalapak (BUKA), Target Harga Saham Dipatok Tinggi

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Nov 2023 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan penurunan tipis pendapatan sebesar 1% (quarter on quarter/qoq) menjadi Rp 1,2 triliun pada kuartal III-2023. Namun, pendapatan perseroan naik 29% secara year on year (yoy).

Penurunan tipis pendapatan Bukalapak terutama disebabkan oleh penurunan total processing value (TPV) marketplace sebesar 7% (qoq), namun naik 57% (yoy). Selain itu, penurunan take rate pada kuartal III-2023 menjadi 2,96% dibandingkan kuartal II-2023 yang mencapai 3,02%.

Meski demikian, margin kontribusi Bukalapak naik signifikan menjadi Rp 182 miliar pada kuartal III-2023. Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, margin kontribusi emiten berkode saham BUKA tersebut mencapai Rp 410 miliar, jauh lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu yang minus Rp 43 miliar.

ADVERTISEMENT

Terkait bottom line, Bukalapak atau BUKA melaporkan rugi bersih Rp 390 miliar pada kuartal III-2023. Sedangkan selama periode Januari-September 2023, rugi bersih mencapai Rp 784 miliar. Hal itu terutama akibat kerugian investasi di PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebesar Rp 707 miliar.

“Secara kumulatif, performa BUKA cenderung mixed pada kuartal III-2023. TPV dan margin kontribusi menyamai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar,” tulis analis Samuel Sekuritas, Muhammad Farras Farhan dan Research Associate Samuel Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.

Menurut Farras dan Laurencia, BUKA kembali membukukan margin kontribusi kuartalan yang positif mencapai Rp 182 miliar pada kuartal III-2023, naik 47% (qoq) atau melonjak 492% (yoy). Pencapaian itu yang kelima secara berturut-turut. Ini membuktikan kemampuan BUKA dalam meningkatkan skalabilitas melalui inisiatif specialty store dan bisnis O2O.

“Namun, satu hal yang menarik perhatian kami adalah BUKA membukukan angka tersebut dengan TPV yang cenderung flat sebesar Rp 41 triliun (-1% yoy, 0% qoq). Hal ini membuktikan tesis kami bahwa BUKA memiliki lebih banyak ruang untuk pertumbuhan dibandingkan kompetitornya, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO),” jelas Farras dan Laurencia.

BUKA dan GOTO sama-sama bertujuan untuk membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023. Namun, dengan situasi saat ini, BUKA menjadi favorit untuk meraih pencapaian tersebut.

“BUKA masih menjadi favorit kami di sektor teknologi berkat cadangan kas yang melimpah dan upayanya untuk mencari peluang pertumbuhan organik dan anorganik. Karena perkiraan pendapatan dari kami sudah sejalan dengan kinerja perusahaan, kami tidak perlu merevisi lebih lanjut,” sebut Farras dan Laurencia.

Potensi Cuan Besar di Saham BUKA 

BUKA diyakini bakal mampu menurunkan burn rate dan meningkatkan take rate melalui inisiatif specialty store. Sektor game, khususnya, telah memberikan dorongan besar bagi BUKA karena take rate yang besar, yaitu lebih dari 7%. Kemudian, mendongkrak take rate keseluruhan BUKA menjadi 2,82%.

Di sisi lain, manajemen BUKA juga mengisyaratkan rencana ekspansi bisnis O2O dengan mengakuisisi lebih banyak mitra dan menyediakan lebih banyak produk guna meningkatkan skalabilitas.

Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rating beli saham BUKA dengan target harga Rp 310. Target harga yang tinggi tersebut mencerminkan estimasi EV/sales 2024 sebesar 3,5 kali.

Saat ini, BUKA diperdagangkan pada estimasi EV/sales 2024 sebesar 1,7 kali, yang menyiratkan diskon 62% dibandingkan peers global dan regional. Risiko utamanya adalah risiko eksekusi.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (3/11/2023), saham BUKA bertengger di level Rp 210. Dengan demikian, potensi cuan saham BUKA tergolong besar mencapai 47,6%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia