Telkom (TLKM) Sesuai Ekspektasi, Target Harga Saham Masih Tinggi
TLKM juga melakukan sejumlah penyesuaian dalam guidance Telkomsel. Pertumbuhan pendapatan Telkomsel kini diproyeksikan mencapai belasan persen dari sebelumnya satu digit. Margin EBITDA sekitar 50% dan belanja modal sebesar 15-16% dari pendapatan (sebelumnya 14-15%), akibat inisiatif fixed mobile convergence (FMC).
Sementara itu, TLKM memperkirakan ARPU bisnis seluler tetap relatif stabil, seiring berlanjutnya rasionalisasi industri seluler. Perseroan juga memberikan sejumlah update mengenai Infraco, dimana Infraco diharapkan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun depan. Ini akan membantu meningkatkan optimalisasi jaringan fiber TLKM. Di sisi lain, perseroan memperkirakan lelang spektrum akan dilakukan pada tahun depan.
Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan opini positif terhadap TLKM, karena yakin bahwa dominasinya di sektor telko Indonesia akan membantu mendukung pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas dalam jangka panjang.
Namun, karena harga saham GOTO telah turun drastis hingga 31% (year to date/ytd), Samuel Sekuritas memutuskan untuk merevisi proyeksinya, mengingat TLKM berpotensi mencatatkan kerugian Rp 711 miliar dari investasi di GOTO (berdasarkan target harga saham GOTO sebesar Rp 69 dari sebelumnya Rp 130). Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi laba bersih TLKM 2023 sebesar 5,5%.
Meski demikian, Samuel Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham TLKM dengan target harga Rp 4.500. Target harga saham yang tergolong masih tinggi itu menyiratkan estimasi EV/EBITDA 2024 sebesar 7,1 kali. Risikonya adalah persaingan yang semakin ketat.
Pada perdagangan Jumat (3/11/2023), saham TLKM bertengger di level Rp 3.570. Dengan begitu, potensi gain saham Telkom atau TLKM mencapai 26%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






