Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Penguatan Rupiah Terbatas, Investor Wait and See

Penulis : Grace El Dora
8 Nov 2023 | 12:45 WIB
BAGIKAN
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)

JAKARTA, investor.id – Potensi penguatan rupiah terbatas, ketika investor dalam sikap wait and see menantikan pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

“Rupiah diperkirakan akan dibuka datar dan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor (bersikap) wait and see menantikan pidato Powell malam ini,” kata Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong dalam catatan Rabu (8/11).

Powell diperkirakan akan memberikan pernyataan bernada dovish setelah melihat serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah pekan lalu. Namun, hal tersebut hanya sebatas harapan sehingga investor cenderung mengambil sikap wait and see.

ADVERTISEMENT

“Dari domestik, data indeks kepercayaan konsumen diperkirakan akan sedikit menurun dari 121,7 ke 121,1,” tutur Lukman.

Seperti diketahui, data tenaga kerja AS versi pemerintah AS yang dirilis Jumat (3/11) malam lebih buruk dari ekspektasi pasar. Data Non Farm Payrolls (NFP) edisi Oktober 20230 sebesar 150 ribu atau lebih rendah dari ekspektasi 180 ribu, sedangkan data tingkat pengangguran 3,9% atau lebih tinggi dari ekspektasi 3,8%.

Akibat rentetan data ekonomi AS yang lemah, mata uang rupiah menguat pada Senin (6/11) sebesar 189 poin atau 1,21% ke level Rp 15.539 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.728 per dolar AS.

Namun, pada penutupan perdagangan Selasa (7/11), mata uang rupiah melemah sebesar 97 poin atau 1,11% ke level Rp 15.636 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.539 per dolar AS. Pelemahan ini disebabkan reaksi short covering pasar dan data ekonomi China yang melambat.

Sementara itu, untuk nilai tukar rupiah hari ini ia menduga rupiah akan berkisar Rp 15.600 hingga Rp 15.700 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi menguat sebesar 0,07% atau 11 poin ke level Rp 15.625 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.636 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia