Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Naik Hampir 2%, Ditopang Irak Dukung Pengurangan Produksi OPEC+

Penulis : Indah Handayani
11 Nov 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ladang minyak Irak.
Ilustrasi ladang minyak Irak.

Sentimen konsumen AS turun selama empat bulan berturut-turut di bulan November dan ekspektasi rumah tangga terhadap inflasi kembali meningkat.

Presiden Federal Reserve Bank AS di San Francisco Mary Daly mengatakan, belum siap untuk mengatakan apakah The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga. Hal ini senada dengan komentar Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Kamis.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan minyak dengan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Di Inggris, perekonomian yang mengalami stagnasi, gagal tumbuh pada periode Juli hingga September. Namun, berhasil menghindari resesi, menurut Kantor Statistik Nasional Inggris.

OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, akan bertemu pada 26 November mendatang. Kementerian Perminyakan Irak mengatakan Baghdad berkomitmen terhadap perjanjian OPEC+ dalam menentukan tingkat produksi.

Analis RBC Capital Markets Helima Croft mengatakan, kemungkinan Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksinya hingga kuartal I-2024. Kemungkinan ini pasti meningkat mengingat kekhawatiran pasar baru terhadap permintaan China dan prospek makro yang lebih luas.

Sementara itu, analis di Capital Economics mengatakan OPEC+ mungkin akan mengurangi pasokan lebih lanjut jika harga terus turun. "Kami tetap berpegang pada perkiraan kami bahwa harga minyak Brent akan berakhir pada tahun ini dan tahun depan pada kisaran US$ 85 per barel," kata perusahaan riset itu dalam catatannya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 24 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 33 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 50 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia