Harga Minyak Naik Hampir 2%, Ditopang Irak Dukung Pengurangan Produksi OPEC+
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik hampir 2% pada Jumat (10/11/2023). Ditopang Irak menyuarakan dukungan untuk pengurangan minyak OPEC+ menjelang pertemuan yang akan digelar dua minggu mendatang. Ditambah lagi, beberapa spekulan menutup posisi short besar-besaran menjelang ketidakpastian pasar di akhir pekan.
Dikutip dari Reuters, Brent berjangka naik US$ 1,42 (1,8%) menjadi US$ 81,43 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,43 (1,9%) menjadi US$ 77,17. Namun, harga tetap stabil dengan kerugian mingguan sebesar 4%, penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
"Ini adalah badai teknis yang sempurna. Kita memasuki minggu ini dengan posisi short yang hampir memecahkan rekor dan sekarang kita melihat beberapa short-covering memasuki akhir pekan," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.
Flynn mencatat, selain komentar Irak, Arab Saudi dan Rusia mengkonfirmasi minggu ini bahwa mereka akan melanjutkan pengurangan produksi minyak hingga akhir tahun.
Di AS, perusahaan energi memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi selama dua minggu berturut-turut ke level terendah sejak Januari 2022, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes. Jumlah rig menunjukkan produksi di masa depan.
Baca Juga:
Implementasi SDGs, Digital Branch CIMB Niaga (BNGA) Bali-Canggu Usung Konsep Ramah LingkunganBrent dan WTI mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Mei, meskipun kedua acuan tersebut secara teknis keluar dari wilayah oversold.
“Kekhawatiran terhadap permintaan telah menggantikan ketakutan akan terhentinya produksi terkait konflik Timur Tengah,” kata analis di Commerzbank.
Data ekonomi China yang lemah minggu ini meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan. Pabrik penyulingan di China pembeli minyak mentah terbesar dari Arab Saudi, eksportir terbesar dunia, meminta pengurangan pasokan untuk bulan Desember.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






