Jumat, 15 Mei 2026

Proyeksi Terbaru Indo Tambang (ITMG) di Tengah Koreksi Harga Batu Bara

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Nov 2023 | 21:27 WIB
BAGIKAN
Area pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: ITMG)
Area pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: ITMG)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan US$ 527 juta pada kuartal III-2023 atau turun 14% (quarter on quarter/qoq). Penurunan terjadi karena koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara sebesar 13% (qoq) menjadi US$ 113,5 per ton dan penurunan volume penjualan batu bara sebesar 1,1% (qoq) menjadi 5,3 juta ton.

Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, pendapatan Indo Tambang mencapai US$ 1,82 miliar atau turun 30,2% (year on year/yoy). “Hal itu sejalan dengan perkiraan kami dan konsensus, dengan run rate 66% dan 70% dari proyeksi pendapatan 2023 yang sebesar US$ 2,76 miliar dan US$ 2,61 miliar,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan dalam risetnya.

Menurut dia, meskipun volume produksi secara kuartalan tumbuh lebih tinggi pada kuartal III-2023, volume penjualan Indo Tambang tercatat lebih rendah karena permintaan yang melemah. Selama kuartal tersebut, Indo Tambang mengurangi biaya kas sebesar 7,5% (qoq) menjadi US$ 73,8 per ton, terutama karena biaya royalti dan biaya pembelian batu bara yang lebih rendah.

ADVERTISEMENT

“Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, biaya kas Indo Tambang mencapai US$ 82,9 per ton atau turun 6,7% (yoy), relatif lebih tinggi dari perkiraan kami,” jelas Rizkia.

Adapun EBITDA maupun laba bersih emiten berkode saham ITMG tersebut berada di bawah perkiraan Mirae dan konsensus dengan run rate pendapatan 50,5% dan 54,5% untuk EBITDA, serta 58,7% dan 65,1% untuk laba bersih.

Dengan demikian, Mirae menurunkan proyeksi untuk ITMG dan memperbarui basis penilaian ke tahun 2024. Perusahaan efek itu memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi hold, tapi menurunkan target harga saham ITMG menjadi Rp 23.875. Target harga tersebut menyiratkan target P/E 2024 sebesar 5,4 kali (-0,25 SD dari P/E rata-rata 5 tahun ITMG).

Target Harga ITMG Dipatok Lebih Tinggi 

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Research Associate Samuel Sekuritas, Haikal Putra Samsul mengungkapkan, penurunan pendapatan ITMG sebesar 14% (qoq) pada kuartal III-2023 dan penurunan pendapatan secara kumulatif selama periode Januari-September 2023 sebesar 30,2% (yoy) menjadi US$ 1,8 miliar sudah sesuai estimasi Samuel Sekuritas, namun di bawah konsensus (75,7% dan 69,9%).

Penurunan secara kuartalan pada kuartal III-2023 tersebut terutama disebabkan oleh pelemahan harga batu bara menjadi US$ 98,7 per ton atau terkoreksi 13% (qoq). Volume penjualan juga turun 1,9% (qoq) menjadi 5,3 juta ton.

Terkait bottom line, ITMG membukukan laba bersih US$ 99 juta, turun 20,4% (qoq) atau tergerus 77,2% (yoy) pada kuartal III-2023. Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, laba bersih ITMG mencapai US$ 406 juta atau terpangkas 54,6% (yoy). “Hal itu sesuai perkiraan kami, namun lebih rendah dari konsensus (73,4% dan 65,1%),” tulis Juan dan Haikal dalam risetnya.

Mereka melihat bahwa penurunan tarif pajak efektif menjadi 21% dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 23%, serta keuntungan dari swap batu bara dan bahan bakar, menjadi faktor pencegah penurunan laba yang lebih parah.

Adapun volume produksi batu bara ITMG naik 20,5% (qoq) menjadi 5,3 juta ton pada kuartal III-2023, lebih tinggi dari guidance perusahaan yang sebesar 4,8 juta ton. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi dari tambang Trubaindo dan Bharinto mencapai 1 juta ton (naik 42,9% qoq) dan 2,3 juta ton (+27,8% qoq). Sedangkan stripping ratio ITMG turun menjadi 11,7 kali pada kuartal III-2023 dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 12,5 kali.

Per 12 November 2023, harga batu bara global sudah turun 8,5% (qoq). Dengan asumsi target volume penjualan ITMG tetap sebanyak 20 juta ton, Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih ITMG akan kembali turun pada kuartal IV-2023.

Samuel Sekuritas mempertahankan rating hold untuk saham ITMG dengan target harga Rp 26.000. Target harga tersebut menyiratkan estimasi P/E 2024 sebesar 5,8 kali. Target harga itu berbasis DCF dengan asumsi CoE sebesar 13.8%. Risikonya adalah harga batu bara global yang lebih rendah dari perkiraan dan perubahan regulasi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia