Adaro Energy (ADRO) Mainkan Peran Adaro Land untuk Ekspansi Non-Batu Bara
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) memainkan salah satu pilar bisnisnya, Adaro Land untuk memperluas bisnisnya di sektor non-batu bara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Febriati Nadira menyampaikan bahwa perseroan membuka kemungkinan untuk berpartisipasi di IKN. Pasalnya, Grup Adaro memiliki lini-lini usaha yang bergerak di non-batu bara salah satunya Adaro land.
“Adaro Land antara lain bergerak di bidang konstruksi sarana pendukung kegiatan operasional dan non-operasional, penyewaan, dan pengelolaan gedung perkantoran,” terang Nadira kepada Investor Daily, Senin (20/11/2023).
Niatan emiten Boy Thohir untuk ekspansi ke IKN ini terdokumentasikan dari aksi perseroan yang bergabung dalam anggota Konsorsium Nusantara bersama Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinar Mas, Pulau Intan, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.
Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menerangkan bahwa 10 perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara tersebut akan membangun mall, hotel, perkantoran, serta berkontribusi pada ruang terbuka hijau dan taman dengan investasi pada tahap pertama sebesar Rp 20 triliun dari estimasi total nilai investasi sebesar Rp 40 triliun.
“Jadi, 10 perusahaan ini akan mengawalinya dengan membangun Hotel Nusantara dengan total nilai investasi Rp 40 triliun. Tapi akan secara bertahap mereka lakukan di mana sekarang ini dengan Rp 20 triliun dulu,” ucap Agung dalam konferensi pers secara virtual, Senin (20/11/2023.
Agung menyebut, groundbreaking tahap I pembanguan fasilitas hotel, mall, dan infrastruktur lainnya tersebut sudah dimulai sejak 21 hingga 22 September 2023 yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan total nilai investasi sebesar Rp 23 triliun.
Sementara groundbreaking tahap II berlangsung pada 1-2 November 2023 dengan nilai investasi sebesar Rp 12,5 triliun. Dengan demikian, sambung Agung, total investasi yang bisa dibilang sudah masuk ke IKN mencapai Rp 35 triliun dari dua groundbreaking tersebut.
Groundbreaking Desember
Dirinya menyebut, pada groundbreaking tahap II meliputi banyak sektor seperti rumah sakit, sekolah, kemudian bank-bank pemerintah atau lembaga negara, Bank Indonesia, dan sektor BPJS Ketenagakerjaan.
"Ada juga yang penting adalah infrastruktur strategis seperti bandara dan kelistrikan terutama energi terbarukan berupa Pembangkit tenaga surya 50 MW oleh PLN dengan menjalin bersama mitra internasional," ujar dia.
Selanjutnya, Agung menargetkan, untuk groundbreaking tahap selanjutnya akan berlangsung pada Desember 2023 yang mencakup tiga kategori yaitu area hijau, Indogrosir, dan grand lucky. Ketiga sektor ini masih menjadi bagian dari Konsorsium Nusantara yang membangun Hotel Nusantara.
"Jadi, dekat Hotel Nusantara ini akan ada penyediaan kebutuhan melalui supermarket, dan juga toko dengan toko grosir, ada hotel. Kemudian ada pengembang properti dari Kalimantan Timur. Ini menunjukkan bahwa investor yang berinvestasi di IKN bukan hanya dari domestik, tetapi juga investor lokal berperan," tutur Agung.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






