Jumat, 15 Mei 2026

Menambang Cuan di Saham Medco (MEDC), Bisa 60% Lebih

Penulis : Jauhari Mahardhika
21 Nov 2023 | 20:35 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Medco)
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Medco)

JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diyakini mampu meningkatkan pendapatan dan cadangannya pada 2024 dan seterusnya, seiring prospek aset di Timur Tengah dan potensi rilis cadangan 2P Tanzania.

Medco diperkirakan bakal merampungkan akuisisi blok migas di Timur Tengah pada akhir 2023. Perseroan telah menandatangani perjanjian akuisisi 20% saham non-operasional di aset migas Timur Tengah pada Agustus 2023. Manajemen pun optimistis kesepakatan tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.

Earnings Medco pada 2024 bakal bertambah seiring akuisisi tersebut,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, berdasarkan laporan Fitch, blok baru itu berpotensi menambah tingkat produksi sebanyak 13 mbopd dan cadangan 2P sebesar 56 mmboe, dengan memperhitungkan kepemilikan efektif Medco di aset tersebut.

“Secara konservatif, kami memperkirakan akuisisi tersebut bernilai US$ 560 juta, yang berdasarkan valuasi/cadangan sebesar US$ 10/boe dibandingkan akuisisi Ophir dan Corridor sekitar US$8/boe. Kami mengasumsikan akuisisi akan didanai sepenuhnya oleh pinjaman bank dengan biaya dana (cost of fund/CoF) sebesar 7%,” sebut Hasan.

Potensi Cuan Besar Saham MEDC 

Lebih lanjut Hasan mengungkapkan, dengan tambahan 13 mbopd dari blok Timur Tengah, Medco (MEDC) diperkirakan mampu meningkatkan total volume produksi sebesar 8,5% pada 2024 menjadi 166 mboepd. Di sisi lain, ada potensi blok tersebut memiliki biaya operasional yang rendah karena lokasinya di daratan, sehingga lifting cost ditaksir sebesar US$ 10/boe.

“Dengan asumsi kepemilikan efektif MEDC sebesar 60%, kami memperkirakan peningkatan laba bersih MEDC pada 2024 (pasca akuisisi) sebesar 19% menjadi US$ 362 juta,” jelas dia.

Sementara itu, MEDC mengakuisisi blok di Tanzania sebagai bagian dari pengambilalihan aset Ophir pada 2019. Blok Tanzania sedang dalam pengembangan bersama mitra JV di Blok 1 dan 4, yang terdiri atas Medco (20%), Shell (operator, 60%), dan Pavilion Energy (20%).

“Kami melihat adanya peningkatan besar pada cadangan MEDC dari cadangan blok Tanzania yang sebesar 16 TCF, sehingga kepemilikan bersih MEDC sebanyak 3,2 TCF atau 569 mmboe,” ungkap Hasan. Cadangan 2P blok Tanzania diperkirakan rilis pada kuartal IV-2024.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MEDC, sambil menunggu rincian lebih lanjut mengenai akuisisi aset. Target harga MEDC dipatok Rp 1.900, yang berbasis SOTP.

Pada perdagangan Selasa (21/11/2023), saham MEDC ditutup pada harga Rp 1.140. Dengan begitu, potensi cuan dari saham MEDC masih besar mencapai 66,6%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia