Kamis, 14 Mei 2026

Harga Batu Bara Lagi-lagi Naik, Ditopang Sentimen Positif dari India

Penulis : Indah Handayani
24 Nov 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara(Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko/File Foto)
ilustrasi batu bara(Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko/File Foto)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara lagi-lagi naik pada Kamis (23/11/2023). Ditopang sentimen positif dari India. 

Pada Kamis (23/11/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka November 2023 stagnan di US$ 122,15 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 1 menjadi US$ 128 per ton. Sedangkan kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 1,5 menjadi US$ 130,35 per ton.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka November 2023 terkerek US$ 0,8 menjadi US$ 123,65. Sementara itu, kontrak berjangka Desember 2023 naik US$ 3 menjadi US$ 118,5. Serta, kontrak berjangka Januari 2024 meningkat US$ 3,05 menjadi US$ 115,5. 

ADVERTISEMENT

Pembangkit listrik tenaga panas (TPP) India mengimpor batu bara sebesar 65% lebih banyak selama Oktober 2023, seiring dengan melonjaknya konsumsi listrik di India, yang dibantu oleh meningkatnya penggunaan industri dan rumah tangga.

Skenario ini mendorong Kementerian Tenaga Listrik untuk mewajibkan lebih banyak pencampuran dengan batu bara impor sebesar 6% dari sebelumnya 4%.

TPP dengan kapasitas kumulatif melebihi 180 gigawatt (GW) mengimpor 7,5 juta ton (MT) batu bara untuk dicampur pada bulan lalu, dibandingkan 4,54 MT pada periode tahun lalu, atau merupakan pertumbuhan sebesar 65%, menurut data pemerintah.

Permintaan listrik di India telah melonjak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir, meningkat lebih dari 20 % yoy selama bulan Agustus, September, Oktober dan November sejauh ini.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 30 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 40 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 52 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia