Bumi Resources (BUMI) Buka Rincian Laporan Keuangan Konsolidasi KPC
Emiten berkode saham BUMI tersebut telah membayar royalti sebesar 32% dari pendapatan, lalu pajak, subsidi harga domestik, tingginya harga bahan bakar, tingginya persediaan dan produksi di India, China, dan Indonesia.
“Kendati produksi dan penjualan meningkat 5% dari tahun lalu, harga batu bara yang anjlok 28% berdampak signifikan pada kondisi pasar batu bara yang bergejolak,” jelas manajemen. Sedangkan overburden removal naik 20% menjadi 571,2 mbcm dari 475,5 mbcm.
Lebih lanjut manajemen BUMI mengungkapkan, penjualan yang meningkat ternetralisir oleh penurunan realisasi harga batu bara sebesar 28% menjadi US$ 85,2 per ton dibandingkan US$ 118,7 per ton.
“Prioritas BUMI tetap konsisten memenuhi kewajiban DMO. Sedangkan optimisasi biaya, digitalisasi, bauran energi yang akan dikerjakan, dan upaya untuk mengerjakan bauran energi, menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar dan inventori yang rendah guna mengoptimalkan modal kerja menjadi prioritas utama perseroan saat ini,” papar manajemen.
Tahun ini, BUMI menargetkan volume 75-80 MT, harga jual rata-rata US$ 80-90 per ton, dan biaya kas produksi US$ 55-60 per ton.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






