Jumat, 15 Mei 2026

Telkom Indonesia (TLKM) Putar Otak Kejar Pertumbuhan Tahun Depan

Penulis : Muawwan Daelami
30 Nov 2023 | 22:46 WIB
BAGIKAN
Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022.  (Foto: Dok. Telkom)
Kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diprediksi masih akan cerah hingga akhir 2022. (Foto: Dok. Telkom)

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memutar otak untuk tetap bisa mencetak pertumbuhan pada tahun depan di tengah tantangan bisnis legacy (telepon dan SMS) yang makin sepi. Indikasinya dapat dibaca dari kebijakan perseroan yang memasang target low to mid single digit dan penggerak pertumbuhan yang kini bertumpu pada bisnis digital.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia Heri Supriadi membenarkan bahwa telah terjadi penurunan kontribusi dari bisnis legacy akibat perubahan tren baik dari sisi pelanggan maupun teknologi.

"Walau demikian, kami masih konsisten dengan kinerja akhir 2023 di mana akan tumbuh pada level low to mid single digit," ucap Heri dalam konferensi pers, Kamis (30/11/2023). Pertumbuhan yang sama juga Heri yakini bakal berlanjut pada tahun depan di kisaran low to mid single digit dengan margin sebesar 53%.

ADVERTISEMENT

Pernyataan Heri ini mengingatkan pada apa yang pernah diutarakan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah beberapa waktu lalu. Menurut dia, ancaman terbesar industri telekomunikasi adalah kemunculan teknologi baru alih-alih ancaman dari kompetitor.

“Kompetitor itu paling mengambil market share kami itu sedikit demi sedikit. Sementara teknologi  bisa mengeliminasi secara seketika. Karena itu, kami harus berubah,” ungkap Ririek.

Maka tidak mengherankan, jika emiten telekomunikasi pelat merah ini kemudian memfokuskan pertumbuhan revenue stream-nya pada digital platform, enterprise, dan digital services. Ketiga segmen tersebut masuk dalam kerangka besar yang didesain perseroan, Five Bold Moves.

Direktur Strategic Portfolio TLKM Budi Setyawan Wijaya menjelaskan, dalam strategi tersebut perseroan sudah menyiapkan di antaranya transformasi B2B digital IT dan inisiatif untuk pengembangan pusat data (data center) yang sesuai dengan pertumbuhan industri di Indonesia.

 “Di samping itu, kami juga melihat segmen broadband dari sisi penetrasi masih cukup rendah di Indonesia di bawah 15%. Sedangkan negara-negara lain mencapai 30-34%. Kami harapkan, dengan program Five Bold Moves ini kami bisa memberikan layanan lebih luas kepada pelanggan home broadband terutama dengan capex dan opex yang lebih efisien,” tuturnya.

Adapun mengenai target kinerja low to mid single digit, Budi berkomentar, target itu dipasang lantaran perseroan masih memiliki bisnis legacy baik di konsumen, indihome, maupun Telkomsel yang pendapatannya akan terus mengalami transisi menuju pendapatan dari digital.

“Adanya erosi dari legacy tersebut akan menggiring pendapatan kami pada low to mid single digit. Beberapa driver yang tumbuh di atas ini misalnya di segmen data center kemudian di segmen untuk enterprise juga akan tumbuh dengan baik,” imbuh dia.

Berkaca dari laporan keuangan Telkom hingga kuartal III-2023, pendapatan seluler tergerus dari Rp 9,1 triliun pada sembilan bulan 2022 menjadi Rp 7,4 triliun pada periode yang sama tahun ini. Demikian pula, dengan pendapatan dari layanan SMS dari sebelumnys Rp 3,3 triliun, turun menjadi Rp 2,5 triliun.

Dari sisi pendapatan konsolidasian, emiten dengan sandi saham TLKM ini mencatatkan sebesar Rp 111,2 triliun atau tumbuh 2,2% yoy. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja bisnis Data, Internet & IT Services dan IndiHome dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,8% dan 4,3% dari periode yang sama tahun lalu.

EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan juga tercatat sebesar Rp 59,1 triliun, dengan EBITDA Margin 53,1%, tumbuh cukup baik dari 52,2% pada semester satu lalu. Hasilnya, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp19,5 triliun dengan pertumbuhan double digit sebesar 17,6% yoy.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia