Kamis, 14 Mei 2026

Siasat United Tractors (UNTR) dan Arah Pergerakan Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Des 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha pertambangan United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha pertambangan United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat pertumbuhan kuat pada segmen kontraktor pertambangan melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara (Pama). Pama mampu menopang kinerja United Tractors hingga kuartal III-2023, karena berhasil menutupi kinerja segmen lain yang melemah.

Pendapatan bersih dari segmen kontraktor pertambangan via Pama tersebut naik 18% (yoy) menjadi Rp 39,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 33,2 triliun.

Pama melaporkan bahwa mereka memindahkan 23% lebih banyak overburden selama periode Januari-September 2023 menjadi 853 juta bcm dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 692 juta bcm. Pama juga mencatat produksi batu bara sebanyak 96 juta ton atau meningkat 16% dari 83 juta ton.

ADVERTISEMENT

“Mereka sangat diuntungkan oleh anjloknya harga batu bara karena permintaan global naik dan produksi meningkat dengan cepat di seluruh Indonesia,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.

Di sisi lain, menurut dia, pendapatan United Tractors dari segmen alat berat konstruksi tumbuh 7% (yoy) menjadi Rp 28,8 triliun dari Rp 26,8 triliun. Kenaikan itu terjadi meskipun volume penjualan alat berat merek Komatsu turun 4% menjadi 4.365 unit dari 4.534 unit, akibat penurunan permintaan di sektor perkebunan dan konstruksi.

Meski demikian, Komatsu masih menjadi pemimpin pasar alat berat domestik dengan pangsa pasar mencapai 31% selama periode Januari-September 2023.

Selain itu, katalis utama pertumbuhan segmen alat berat emiten berkode saham UNTR tersebut adalah penjualan produk Scania yang melejit 298% (yoy) menjadi 605 unit dari 152 unit.

Rekomendasi & Target Harga UNTR 

Lebih lanjut Axell menjelaskan, dalam jangka pendek, kinerja UNTR sangat dipengaruhi oleh faktor pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia pada Februari 2024. Umumnya, sektor konstruksi melambat pada tahun pemilu. Kekhawatiran itu tercermin dari keputusan UNTR untuk mengurangi target penjualan alat berat Komatsu dari 5.400 unit pada 2023 menjadi 4.000 unit pada 2024.

“Faktor signifikan lain yang mempengaruhi kinerja UNTR adalah harga komoditas, terutama batu bara. Penurunan harga batu bara yang terus berlanjut akan mengurangi pendapatan perusahaan dari segmen pertambangan batu bara, tetapi dapat meningkatkan pendapatan dari segmen kontrak pertambangan,” sebut Axell.

NH Korindo Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham UNTR. Target harga saham UNTR dipatok Rp 25.900. Target harga tersebut mencerminkan forward PE ratio sebesar 5,82 kali atau setara dengan rata-rata 3 tahun. Harga saat ini diperdagangkan pada forward PE ratio sebesar 5 kali.

“Risikonya adalah pemilu di Indonesia, volatilitas harga batu bara, dan penurunan produksi batu bara domestik,” pungkas Axell.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (8/12/2023), saham UNTR bertengger di level Rp 22.300. Dengan demikian, potensi cuan saham UNTR sebesar 16,1%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 24 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 33 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 50 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia