Barito Renewables (BREN) Caplok 5 Perusahaan Sekaligus
JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind), resmi mengakuisisi total lima perusahaan. Satu perusahaan telah tuntas diambilalih pada Jumat (15/12/2023) dengan nilai transaksi US$ 5,17 juta atau setara Rp 80,5 miliar. Empat perusahaan lainnya bakal tuntas pada kuartal I-2024.
Lima perusahaan tersebut adalah PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2), PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi, PT UPC Sidrap Bayu Energi (Sidrap 1), serta PT UPC Operation and Maintenance Indonesia (OMI).
Dari total lima perusahaan yang diakuisisi, Barito Renewables menguasai masing-masing 51% saham di tiga perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yakni Sidrap 2 Sulawesi Selatan, PT UPC Sukabumi Bayu Energi di Sukabumi, dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Lombok dengan total potensi kapasitas 320 MW. Sedangkan sisanya 49% dipegang ACEN HK.
Sementara di PLTB Sidrap 1 dan OMI, Barito Renewables menjadi pengendali penuh dengan menguasai sebanyak 99,99% saham.
Pencapaian emiten EBT berkode saham BREN sebagai pemegang mayoritas saham ini ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) antara Barito Wind dan ACEN Investments HK Limited (ACEN HK) yang merupakan anak usaha ACEN Renewables International selaku pembeli dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings selaku penjual.
Adapun rincian transaksi di tiga PLTB tersebut meliputi akuisisi 10.200 saham saham PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2) di Sulawesi Selatan dari UPC Renewables Asia V Limited (UPCRAV) dan UPC Sidrap Expansion (HK) Ltd (UPCSE) senilai total US$ 5,17 juta atau setara Rp 80,27 miliar.
Nilai ini terdiri harga yang dibeli BREN dari UPCRAV dan UPCSE selaku penjual sebesar US$ 1,3 juta dan US$ 3,82 juta dari pembelian utang, sehingga total transaksinya mencapai US$ 5,17 juta.
PLTB selanjutnya yang dicaplok BREN adalah PT UPC Sukabumi Bayu Energi yang berlokasi di Sukabumi. Perseroan melalui Barito Wind mengambilalih sebanyak 19.364 saham PTLB tersebut dari UPC Renewables Asia IV Limited dan UPC Sukbumi (HK) Ltd.
PLTB ketiga yang diakuisisi BREN yaitu PT UPC Lombok Timur Bayu Energi yang berlokasi di Lombok. Perseroan mencaplok 10.200 saham PTLB tersebut dari UPC Renewables Asia VIII Limited dan UPC Lombok (HK) Ltd.
Di luar tiga PLTB, penandatanganan SPA juga mencakup pembelian atas 515.515 saham kelas A dan 34.368 saham kelas B atau mencerminkan 99,99% saham PT UPC Sidrap Bayu Energi (Sidrap 1).
BREN memborong saham Sidrap I dari PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte. Ltd. (UPCAPH), ACEN Renewables International Pte. Ltd. (ACRI), UPC Renewables Asia Ill Limited (Asia Ill), Sidrap (HK) Limited (Sidrap HK), dan Sunedison Sidrap S.V. (SunEd BV).
Lebih jauh, perjanjian SPA tersebut juga mengikutsertakan akuisisi atas 2.499 saham PT UPC Operation and Maintenance Indonesia (OMI) dari UPCAPH.
Tonggak Sejarah
CEO Barito Renewables (BREN) Hendra Tan menyampaikan melalui investasi di Sidrap 2, Sukabumi, dan Lombok tersebut membuat Barito Wind dan ACEN HK siap untuk memanfaatkan besarnya potensi energi angin di Indonesia.
Bukan hanya itu, investasi perusahaan milik Prajogo Pangestu tersebut sekaligus menunjukkan andil Barito Wind dan ACEN HK dalam lanskap energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
“Barito Renewables mendukung penuh upaya Indonesia mencapai net zero emission (NZE) dan menyediakan energi ramah lingkungan baik secara lokal maupun global,” tutur Hendra dalam keterangan resminya, Jumat (15/12/2023).
CEO ACEN International Patrice Clausse juga berpendapat, Indonesia merupakan negara dengan aset PLTB pertama yang ACEN akuisisi di luar Filipina. Hal ini menunjukkan kepentingan strategis Filipina dalam pertumbuhan ACEN.
“Sebagai pemain terkemuka di sektor EBT, perjanjian penting dengan Barito Renewables dan UPC Renewables menandai tonggak sejarah lain dalam perjalanan kami. Potensi akuisisi ini selaras dengan strategi pertumbuhan kami, khususnya dalam memperluas jejak energi angin kami di kawasan Asia Pasifik,” kata Patrice.
Di luar kemitraan pada tiga pengembangan PLTB tersebut, Barito melalui anak perusahaannya, Star Energy, juga bermitra dengan ACEN di proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Salak dan Darajat dengan kapasitas 663 MW di Provinsi Jawa Barat. Kedua belah memiliki inisiatif dekarbonisasi untuk membantu Indonesia mencapai target NZE pada 2060 dan meningkatkan output EBT sebesar 23% pada 2060.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





