Wika Beton (WTON) Incar Kontrak Baru 2024 Tumbuh 13% Jadi Rp 7,48 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengincar kontrak baru pada 2024 tumbuh sebesar 13,33% menjadi Rp 7,48 triliun dibandingkan perolehan kontrak baru perseroan pada full year 2023 sebesar Rp 6,60 triliun.
Sekretaris Perusahaan WTON Dedi Indra membeberkan, sejumlah proyek yang akan menjadi sasaran perseroan untuk memenuhi target kontrak baru 2024 sebesar Rp 7,48 triliun tersebut.
“Sejumlah proyek itu di antaranya pembangunan jalan tol, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, infrastruktur pabrik swasta, bendungan, pelabuhan, gedung perkantoran, proyek perkeretaapian LRT dan MRT, serta proyek lainnya,” ungkap Dedi dalam keterangan resminya, Selasa (23/1/2024).
Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini pun menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar Rp 230,17 miliar demi menunjang pencapaian target WTON pada tahun ini.
Menurut Dedi, tahun ini WTON memiliki bekal kontrak carry over sebesar Rp 4 triliun untuk mengisi perolehan penjualan sepanjang periode pemilu berlangsung. Bukan hanya itu, Wika Beton juga proaktif mencari perolehan proyek non-APBN seperti dari sektor swasta, BUMN, serta pasar luar negeri.
Dedi berharap, melalui strategi tersebut Wika Beton dapat mendukung kinerja maksimal perseroan. Sambil terus menjaga komitmennya pada standar kualitas dan mutu serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Berkaca dari kinerja 2023 yang berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 6,60 triliun dan bekal kontrak carry over sebesar Rp 4 triliun, maka target kenaikan omzet kontrak baru sebesar 13% berpeluang besar tercapai.
Apalagi, proyek utama penyumbang perolehan kontrak 2023 WTON didominasi sektor infrastruktur sebesar 65,83% yang merupakan core business perseroan. Disusul, sektor industri sebesar 13,06%, properti sebesar 10,74%, kelistrikan sebesar 7,42%, sektor energi sebesar 2,50%, dan sektor tambang sebesar 0,45%.
Sementara dilihat dari sisi pelanggan, perolehan kontrak baru WTON pada 2023 mayoritas berasal dari pelanggan eksternal sebesar 92,52% dan internal sebesar 7,48%. Pelanggan internal terdiri dari WIKA Holding sebesar 6,49% dan afiliasi WIKA sebesar 0,98%. Kemudian, pelanggan eksternal dari swasta sebesar 78,52%, BUMN sebesar 12,91%, dan pemerintah sebesar 1,09%.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




