Pasar Mulai Lihat Peluang Pemilu Sekali Putaran, 10 Saham Jadi Prioritas
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks IDX80 mencatatkan return negatif masing-masing sebesar 0,9% dan 0,4% pada Januari 2024. Sektor barang konsumen non primer, bank, dan energi mencetak kinerja terbaik. Sedangkan sektor teknologi, kesehatan, dan barang konsumen primer terburuk.
“Penurunan ekspektasi terhadap perubahan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada bulan Maret di tengah risiko inflasi yang meningkat membuat yield naik. Yield obligasi Indonesia bertenor 10 tahun naik dari 6,5% pada akhir 2023 menjadi 6,7%, sebelum kembali ke 6,5% pada akhir Januari 2024,” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (4/2/2024).
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 2,5% (mom). Aliran masuk modal asing, di luar transaksi crossing di pasar negosiasi, sebesar Rp 4,1 triliun pada Januari 2024 dibandingkan Desember 2023 yang mencapai Rp 7,9 triliun. Di pasar obligasi, tidak ada aliran masuk modal asing pada Januari 2024, setelah aliran masuk sebesar Rp 8,2 triliun pada Desember 2023.
Sementara itu, secara valuasi dalam 12 bulan ke depan, price to earning (PE) IHSG dan IDX80 diproyeksikan sebesar 13,7 kali dan 12,6 kali. Standar deviasi 1,7 kali dan 1,1 kali, di bawah rata-rata 5 tahun.
“Dengan kemungkinan perubahan kebijakan the Fed tidak dibahas pada Maret, semua perhatian tertuju pada pemilu tanggal 14 Februari. Pasar mulai memasukkan kemungkinan peningkatan peluang pemilu sekali putaran, serta percepatan bantuan sosial,” sebut Mandiri Sekuritas.
Karena itu, Mandiri Sekuritas mempertahankan 10 saham pilihan teratas:
1. ACES (buy), target harga Rp 970.
2. BBCA (buy), target harga Rp 11.200.
3. BBRI (buy), target harga Rp 6.700.
4. BFIN (buy), target harga Rp 1.500.
5. BRIS (buy), target harga Rp 2.300.
6. CTRA (buy), target harga Rp 1.610.
7. GOTO (buy), target harga Rp 125.
8. ICBP (buy), target harga Rp 13.000.
9. ISAT (buy), target harga Rp 12.500.
10. JSMR (buy), target harga Rp 5.800.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






