Laba Bersih Naik 458%, Perusahaan Ini Mantap Masuk Bursa
JAKARTA, investor.id - PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE)/Homeco Living mencatatkan (listing) perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Februari 2024.
LIVE menjadi perusahaan ke-16 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. Saham LIVE dicatatkan di papan pengembangan BEI.
LIVE bergerak pada sektor barang konsumen non-primer dengan sub industri perlengkapan rumah tangga.
Harga penawaran saham Homeco Living (LIVE) saat initial public offering (IPO) adalah senilai Rp 148/saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 4.593.005.014 saham. Sehingga kapitalisasi pasarnya atau market cap adalah senilai Rp 679,76 miliar.
Jumlah saham yang ditawarkan saat IPO 808,35 juta saham. Berdasarkan data pada situs web BEI terungkap bahwa jumlah saham LIVE yang dipesan saat IPO mencapai 10,64 miliar. Karena itu, terjadi kelebihan pemesanan atau oversubscribed 13,17 kali.
Jumlah pemegang saham melalui IPO 18.442 pihak. Sedangkan, founders terdiri dari 12 pihak.
Pemegang saham Homeco Living sebelum IPO, di antaranya adalah PT Homeco Global Investasi sebanyak 95,499%. Pengendali perseroan adalah Sjamsoe Fadjar dan Ellies Kiswoto. Sjamsoe Fadjar menjabat komisaris utama perseroan, sedangkan Ellies Kiswoto menduduki kursi direktur utama perseroan.
Laba Bersih
PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) , dikenal juga dengan nama Homeco Living, didirikan pada tahun 2012, dan menjual berbagai kategori produk.
Kegiatan usaha utama perseroan adalah perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga, perdagangan besar alat tulis dan gambar, perdagangan besar alat permainan dan mainan anak-anak, dan perdagangan besar tekstil. Homeco Living (LIVE) menyediakan perlengkapan dapur, peralatan masak, tas, alat tulis, dan tisu basah berkualitas tinggi.
Pada tahun 2022, Homeco Living (LIVE) membukukan pendapatan Rp 302,52 miliar. Meningkat 86,53% dari Rp 162,18 miliar pada tahun 2021. Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 22,47 miliar pada 2022. Jumlahnya meningkat 458,15% dari Rp 4,02 miliar di tahun sebelumnya.
Namun, per 31 Juli 2022, pendapatan perseroan turun jadi Rp 134,22 miliar dari periode yang sama tahun 2021 Rp 145,76 miliar. Kendati demikian, perseroan mampu mencetak pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 214,52% ke Rp 19,64 miliar per 31 Juli 2022. Dari sebelumnya Rp 6,24 miliar per akhir Juli 2021.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






