Jumat, 15 Mei 2026

IPO Perusahaan Sektor Energi Ini Banjir Peminat

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Feb 2024 | 07:15 WIB
BAGIKAN
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Perseroan
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Perseroan

JAKARTA, investor.id - PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) mencatatkan (listing) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Februari 2024. Saham MKAP dicatatkan di papan pengembangan BEI.

“MKAP menjadi perusahaan ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun 2024,” jelas pengumuman BEI dikutip Senin (12/2/2024).

MKAP bergerak pada sektor energi dengan sub industri jasa & perlengkapan minyak, gas, & batu bara. Harga penawaran saham MKAP saat initial public offering (IPO) adalah senilai Rp 115/saham dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 3.250.000.000 saham. Sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp 373,75 miliar.

Saham IPO MKAP yang ditawarkan kepada publik 650 juta saham. Namun berdasarkan data di situs web BEI, jumlah pemesananan terhadap saham MKAP saat IPO mencapai 16.180.079.500 saham. Artinya, terjadi kelebihan pemesanan (oversubscribed) 24,89 kali.

ADVERTISEMENT

Jumlah pemegang saham melalui IPO sebanyak 28.225 pihak. Sedangkan founders ada dua pihak.

Pemegang saham Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAP) sebelum IPO terdiri dari PT International Sawo Resources sebesar 95% saham dan Djoni Suyanto 5%. Saham-saham PT International Sawo Resources dikuasai oleh Sani Handoko 51%, Eric Handoko 24,5%, dan Daniel Handoko 24,5%. Pengendali dari MKAP ialah Sani Handoko. Ia juga menjabat komisaris utama perseroan.

PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) melakukan IPO sebanyak 650 juta saham atau 20%. Perseroan mematok harga IPO Rp 115/saham sehingga nilai keseluruhan penawaran umum ini adalah Rp 74,75 miliar.

Masa penawaran umum berlangsung pada 2-6 Februari 2024, dan pencatatan saham di BEI pada 12 Februari 2024. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Lotus Andalan Sekuritas.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan untuk modal kerja perseroan yang antara lain namun tidak terbatas digunakan untuk biaya operasional, pembayaran kepada pemasok, perbaikan alat-alat berat yang dimiliki (seperti: mesin, pompa, dan transmisi).

Profil MKAP

Nama awal perseroan saat dibuatnya akta pendirian adalah PT Mudking Asia Pasifik Raya, kemudian perseroan mengubah namanya menjadi PT Multikarya Asia Pasifik Raya hingga saat ini berdasarkan akta perubahan nomor 48 tanggal 30 November 2012.

Pada tahun 1998, produk Mud King pertama kali berdiri dan didistribusikan di Amerika Serikat. Mud King berencana untuk berfokus pada wilayah Asia Pacific (ASPAC) dengan menjual spare parts atau suku cadang pengganti ladang minyak melalui penunjukkan hak keagenan kepada PT Mud King Asia Pasifik Raya yang didirikan pada tahun 2002. Pada tahun 2004, perseroan mulai melakukan pekerjaan jasa sewa surface pump (mudpump, injection & transfer pump) dan alat berat, untuk menunjang kebutuhan pengeboran dan fasilitas produksi migas di Indonesia.

Perseroan pada tahun 2005 mulai memperluas bisnisnya ke bidang penyewaan pompa melalui kepemilikan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia. Petrodrill berdiri pada tahun 2006 dan memproduksi rangkaian lengkap pompa piston dan pendorong di fasilitas canggihnya, serta berspesialisasi dalam pembuatan dan perbaikan berbagai rig pengeboran dengan lisensi API 4F, 7K & 8C. Akan tetapi, perseroan melepas kepemilikan pada Petrodrill di tahun 2023.

Tahun 2008, PT Mudking Asia Pasifik Raya (MAPR) melalui produk Water Pump Mudking berhasil mempelopori pekerjaan jasa sewa water transfer & brine pump untuk proyek Geotermal di Indonesia.

Kemudian di tahun 2012, perseroan dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya berubah nama menjadi PT Multikarya Asia Pasifik Raya dengan tujuan untuk menunjang kerja sama bisnis dengan produk lain di luar produk Mudking, kemudian pada tahun yang sama menjadi distributor tunggal untuk product drilling & solid controls equipments, Double Life Corp USA di Indonesia. Perseroan juga melakukan ekspansi ke bidang reengineering & refurbishment mudpump pada tahun 2014.

Sejak tahun 2018 hingga saat ini, perseroan berhasil memperoleh kontrak penyediaan produk atau jasa untuk proyek migas berbagai perusahaan terkemuka, seperti PT Pertamina EP (2018), Chevron (2018), Freeport McMoran, Grasberg (2019), dan PT Bukit Asam Tbk (2019). Sejalan dengan ekspansi bisnis dan kebutuhan hulu migas di Indonesia, perseroan mampu memperoleh hak keagenan baru Pumpworks 610 (2020), dan brand WEG (2023).

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia