Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Labanya Drop
Total beban usaha di akhir tahun 2023 tercatat tumbuh 12,19% menjadi Rp 3,50 triliun dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,12 triliun. Menjadikan laba usaha terkoreksi 21,45% menjadi Rp 2,91 triliun dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,71 triliun.
Keputusan manajemen untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang potensial kembali membuahkan hasil. Pendapatan dividen tumbuh 51,01% menjadi Rp 4,97 triliun dibandingkan tahun 2022 Rp3,29 triliun. Sedangkan pendapatan bunga dan investasi pun tumbuh positif 49,56% menjadi Rp 497,14 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 332,40 miliar.
Pencapaian tersebut mendorong angka laba sebelum pajak menjadi Rp2,27 triliun, terkoreksi 14,73% dibandingkan pencapaian tahun 2022 sebesar Rp 2,66 triliun.
Laba bersih tercatat sebesar Rp 1,95 triliun, turun 20,04% dibandingkan pencapaian tahun 2022 sebesar Rp 2,43 triliun, hal ini disebabkan oleh naiknya harga pokok penjualan dan biaya operasional.
“BSDE tahun ini kembali membukukan kinerja positif, baik top line maupun bottom line. Harapan kami, pasca pemilu, perekonomian nasional kembali berjalan normal. Dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp 9,43 triliun, serta persediaan sebesar Rp14,31 akan menjadi bekal positif bagi kami untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Hermawan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





